Menu

Ide Kreatif Ibu-ibu TKI Asal Sulut, Olah Sampah jadi Aksesoris Cantik

  Dibaca : 49 kali
Ide Kreatif Ibu-ibu TKI Asal Sulut, Olah Sampah jadi Aksesoris Cantik
Kelompk Kamang di Desa Kiawa, Kawangkoan, menunjukan hasil kerasi mereka dalam pameran UMKM, waktu lalu di Mantos. (FOTO:Indah/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS – Berbekal pengalaman menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, perempuan-perempuan asal Desa Kiawa, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara, mampu melahirkan ide-ide kreatif.

Tergabung dalam kelompok Kamang, ibu-ibu yang dulunya adalah TKI dan bekerja di luar negeri kini membangun usaha kreatif dengan memanfaatkan bahan yang seharusnya merupakan sampah disulap menjadi beragam aksesoris wanita.

Kreasi ibu-ibu kelompok Kamang ini, memanfaatkan sisik Ikan Kakap yang seharusnya dibuang. Sisik-sisik Ikan Kakap tersebut, kemudian diolah hingga menghasilkan aksesoris wanita yang memiliki nilai ekonomis. Sisi-sisik tersebut diperoleh dari pedagang yang berjualan di pasar tradisional setempat.

“Kami meminta sisik-sisik ikan yang seharusnya dibuang ini di Pasar Kawangkoan, kalau pedagang tanya kita bilang untuk kerajinan tangan,” kata Ketua Kelompok Kamang Rivonne Tampanguma, saat mengikuti pameran hari UMKM, belum lama ini.

Aksesoris hasil kreasi Kelompok Kamang yang menggunkan bahan dasar sisik Ikan Kakap. (FOTO:Indah/TelegrafNews)

Untuk pembuatan aksesoris berupa Kalung, Anting-anting, Gelang, waktu yang dibutuhkan bisa sampai 1 minggu lamanya, dan semuanya menggunakan bahan dasar sisik Ikan Kakap.

“Proses mulai pencarian bahan sampai pembuatan ini memakan waktu kurang lebih 1 mingguan, karena sisik ikan yang didapat harus direndam agar tidak berbau hamis, setelah itu kami bentuk sesuai pola ataupun pesanan,” jelasnya ketika diwawancarai.

Dia menambahkan, setelah dibentuk, berbagai jenis aksesori itu selanjutnya dicat dan dikeringkan, lalu ditambahkan pengait, pernak-pernik ataupun rantai kalung.

“Setelah semua asksesoris tuntas dikerjakan tim pengrajin, bahan-bahan itu kemudian disalurkan atau dijual,” tandasnya lagi.

Disinggung mengenai penghasilan, Kelompok Kamang yang dibina oleh BP3TKI ini bersyukur atas hasil yang didapat. Kelompok Kamang beranggotakan 24 orang.

“Puji Tuhan untuk sementara ini hasil yang kami dapatkan lumayan ya, karena kami memang baru 3 bulan memulai usaha ini dan hasilnya kami bagi dengan ibu-ibu anggota kelompok Kamang,” bebernya sembari menambahkan secara umun ibu-ibu kelompok Kamang pernah bekerja sebagai TKI di Taiwan.

Ada beberapa kendala dalam pembuatan aksesoris dari sisik ikan Kakap ini. Ykni apabila mendapatkan sisik ikan yang sudah rusak ataupun patah, itu sangat sulit karena tidak bisa lagi dibentuk sesuai pola.

“Kendalanya hanya itu, tapi kalau kelebihannya ya penghasilan yang banyak,” pungkas ibu berparas cantik ini.

Harga yang aksesoris unik ini bervariasi tergantung model yang dipesan mulai dari Rp25.000,-.

“Saat ini pemesanan aksesoris dari bahan sisik ikan bisa di pesan di akun Facebook Kelompok Kamang, ataupun bisa langsung mengunjungi tempat pembuatannya di desa Kiawa,” tutupnya. (Indah Pesik)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional