Menu

Demi Hal Mulia Ini, Gadis Cantik Berdarah Portugis Asal Mokupa Rela ‘Main’ Sampah

  Dibaca : 5244 kali
Demi Hal Mulia Ini, Gadis Cantik Berdarah Portugis Asal Mokupa Rela ‘Main’ Sampah
Inggrid Worung, gadis berdarah Portugis asal Desa Mokupa, Minahasa, memilih menjadi petani Jamur. (FOTO:Indah/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS – Umumnya, kerja kantoran atau sebagai sekretaris merupakan pekerjaan yang paling diminati wanita berparas cantik. Namun tidak bagi perempuan yang satu ini.

Dianugerahi kecantikan, kulit putih, wanita berwajah indo ini lebih memilih menjadi seorang petani dan membangun usaha sendiri. Yah, dia adalah Inggrid Worung, perempuan menawan asal Desa Mokupa, Kabupaten Minahasa ini, rela melakukan pekerjaan yang lain dari wanita berparas cantik umumnya.

Sebelum melakoni profesinya sebagai petani, darah kelahiran tahun 1988 ini, dulunya bekerja sebagai Marketing, di salah satu perumahan ternama di Kota Manado, bahkan dalam usianya seperti itu dia juga pernah bekerja di Hotel bintang yang ada di Manado.

Belakangan, Inggrid memilih fokus menjadi petani, dia rela ‘main’ sampah dan membudidayakan tanaman Jamur. Berbagai jensi Jamur seperti Jamur Tiram, yang dikenal karena khasiatnya, sebagai penangkal penyakit kanker, kini tengah dikembangkannya.

Wanita yang lahir dari keluarga Worung-Suoth, setiap hari menunjukan konsistensinya dan berkutat dengan tanaman Jamur, bahkan demi membudidayakan tanaman ini, dia rela berbaur dengan sampah. Seperti, mencampur sendiri bibit-bibit Jamur dengan sisa-sisa sekam kayu ataupun sisa-sisa kopi dari rumah kopi.

Inggrid Worung menunjukan hasil budidaya Jamur miliknya. (FOTO;Indah/TelegrafNews)

“Campurannya memang dari sekam kayu, kita ambil dari tetangga-tetangga yang punya usaha mebel, bisa juga dari ampas kopi,” kata Worung diwawancarai TelegrafNews, belum lama ini.

Meski sebagai petani, dirinya, mengaku enjoy apa lagi saat mengaduk-aduk sisa olahan sampah yang nantinya dijadikan pupuk Jamur, itu dikerjakan dengan hati yang gembira.

“Enjoy lahm, mengerjakan pekerjaan ini, karena hasilnya juga lumayan,” beber Ing sapaan akrab wanita cantik ini.

Suka duka menjadi petani Jamur, baginya adalah sebuah kebahgaian sendiri. Namun terpenting, konsisten dan terus berusaha demi mencapai kesukseskan, pekerjaan apa saja pasti mudah dilakukan.

“Pernah ribuan bibit dibudidayakan, tidak tumbuh jadi jamur dan itu membuat saya sedikit kecewa. Kebetulan saat itu saya berada di luar daerah, tapi dari situlah saya belajar untuk tidak menyerah,” kata wanita yang masih memiliki darah portugis ini.

Seiring waktu mengembangkan usaha ini, sekarang dalam proses pengembangan dan pembibitan Jamur, semuanya tidak lagi dikerjakan sendiri namun sudah ada mesin yang ikut membantu pengolahannya.

“Sekarang sudah lebih enak, karena sudah terbantu dengan mesin pencampur juga ada beberapa karyawan yang membantu,” ucapnya, singkat.

Saat ini, Jamur yang dibudidayakan di Desa Mokupa, sudah masuk pasar modern seperti Freshmart, Hypermart dan pasar modern lainnya.

Selain untuk pengobatan. Jamur-jamur yang dibudidayakan itu, diolah menjadi makanan bergizi. Seperti, Jamur Crispy, Berger Jamur, tongseng Jamur, Sate Jamur yang ia beri nama Brand Tiramoa (Tiram dari Mokupa) yang paling banyak diminati masyarakat. (indah pesik)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional