Menu

Tertangkap Jaring Nelayan Minsel, Duyung Berukuran 250 cm Dilepas Kepala BTNB

  Dibaca : 192 kali
Tertangkap Jaring Nelayan Minsel, Duyung Berukuran 250 cm Dilepas Kepala BTNB
Kepala BTNB bersama rombongan dan nelayan saat melepas kembali satwa duyung. (FOTO:Indah/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS – Seekor duyung (Dugon dugon) dan dua ekor penyu hijau yang sempat tertangkap jaring nelayan, di perairan selatan Taman Nasional Bunaken, beberapa watu lalu, akhirnya dilepas kembali ke habitannya, Rabu (6/6) 2018. Pelepasan hewan ini, dilakukan langsung kepala Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M. Si bersama Assisten II Minsel Decky Keintjem, Kadis Kelautan Alexander Sonambela.

Duyung terperangkap pada jaring sero milik nelayan bernama Wawontulap Abdullah Daeng Riboko, panjangnya mencapai 250 cm dengan lingkaran badan 150 cm. Sementara dua satwa Penyu, masing-masing berukuran 1 mtr lebar 75 serta 76 cm dan lebar 54 cm.

Pelepasliaran duyung dilakukan di perairan Tatapaan, Minasaha Selatan (Minsel). Mengingat duyung yang merupakan satwa pemakan lamun (seagrass) ini, sering kali keberadaannya sulit terdeteksi, akan tetapi hewan tersebut justru sering terperangkap jaring sero milik nelayan.

Habitat hewan ini, memang berada di perairan selatan Taman Bunaken, dimana area ini terdap tutupan lamun yang tinggi seperti lamun Thalassia hemprichii, Enhalus accoroides, Cymodecea, Hallodule, sebagai suplai makanan satwa duyung.

Jalur migrasinya, meliputi perairan teluk Amurang sampai pesisir selatan Taman Nasional Bunaken untuk mencari makan dan bermain, bahkan bisa menuju pesisir Teluk Manado, perairan kepulauan bagian utara hingga Likupang dan sebaliknya.

Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si, menjelaskan, duyung dalam bahasa latin adalah Dugong dugon, merupakan hewan dilindungi sesuai PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Satwa Liar, juga dengan penyu. Kareannya, jika ada nelayan mendapatkan hewan dilindungi ini, masuk dalam perangkap jaring, secepatnya untuk dilepaskan.

“Kita bersyukur masyarakat khususnya nelayan Amurang, mengambil langkah ini. Dan melapor, selanjutnya melakukan pelepasliaran bertepatan dalam Hari Lingkungan Hidup yang jatuh tanggal 5 Juni,” tuturnya. (indah pesik)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional