Menu

Tembus Angka 0,55 Persen, Tomat dan Sayur Penyumbang Inflasi di Manado

  Dibaca : 35 kali
Tembus Angka 0,55 Persen, Tomat dan Sayur Penyumbang Inflasi di Manado
Keterangan terkaiat inflasi di Kota Manado yang dibeberkan tim BPS, Sulut. (FOTO:Indah/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS – Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) angka inflasi di Kota Manado, Sulut, hingga Mei 2018, mencapai 0,55 persen dan penyumbang terbesar terhadap inflasi ini, terjadi pada kelompok komoditi sayur dan tomat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) Edy Mahmud, di Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, Senin (04/06) 2018 siang tadi.

“Inflasi sebesar 0,55 persen, inflasi tahun kalender sebesar 2,84 persen dan inflasi year on year (yoy) sebesar 3,97 persen,” ungkap Kepala BPS Sulut, Edy Mahmud dalam konfrensi pers, Senin (4/6) 2018 di kantornya.

Pada komoditi sayur dan tomat, tercatat ada peningkatan pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,57 persen, kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 1,19 persen, kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,39 persen, kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 sertakelompok pengeluaran sandang sebesar 0,06.

“Secara keseluruhan inflasi tomat sayur sebesar 0,37 persen, bawang merah sebesar 0,1405 persen, paket liburan sebesar 0,0729 persen, minuman ringan sebesar 0,0619 persen, angkutan udara 0,0530 persen, apel sebesar 0,0385 persen, anggur sebesar 0,0309 persen, telur ayam ras sebesar 0,0219 persen, daging ayam ras sebesar 0,0210 persen, dan cabai merah sebesar 0,0149 persen. sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah cabe rawit sebesar 0,0883 persen,” beber Edy.

Selain inflasi, ada beberapa kelompok komiditi memberikan kontribusi terhadap deflasi yakni cabai rawit sebesar -0,0883 persen, cakalang/sisik sebesar -0,0621 persen, bawang putih sebesar -0,0435 persen, mobil sebesar -0,02 persen.

“Serta jeruk nipis/limau sebesar -0,0198 persen, mujair sebesar -0,0115 persen, kol putih/kubis sebesar -0,0071 persen, kangkung sebesar -0,0051 persen, minyak goreng sebesar -0,005 persen, dan kunyit sebesar -0,0048 persen,” tutupnya. (indah pesik)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional