Menu

Kepergok ‘Begituan’ di Kamar, Oknum ASN Talaud Ditikam Suami Selingkuhan! Ini Kronologisnya

  Dibaca : 589 kali
Kepergok ‘Begituan’ di Kamar, Oknum ASN Talaud Ditikam Suami Selingkuhan! Ini Kronologisnya
Oknum ASN Talaud menjalani perawtan usai ditikam suami selingkuhannya. (FOTO:Rey/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS – Benarkah selingkuh itu membahagiakan? Tidak! Begitulah setidaknya yang dialami VVK (36), warga Kelurahan Melonguane Timur, Kecamatan Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara.

Oknum aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Bapelitbang Talaud itu, Kamis (31/5) 2018, sore, terpaksa dirujuk ke Manado dalam kondisi sekarat, akibat luka tikam di dada kiri atas.

Informasi dihimpun Telegrafnews, VVK ditikam lelaki berinisial IMP (36), warga Desa Mala, Kecamatan Melonguane, Rabu (30/5) 2018, sekira pukul 23.45 WITA.
Penikaman terjadi karena pelaku memergoki korban dengan FHA, tak lain adalah istri pelaku, sedang bersama di kamar tidur milik pelaku dan istrinya.

Sebelumnya, pelaku telah kembali ke rumah usai bekerja. Namun karena pekerjaannya belum tuntas, pelaku bermaksud kerja lembur. Maka setelah mandi dan ganti pakian, pelaku pun pamit kepada sang istri untuk kembali bekerja.

Sekira pukul 23.00 pelaku kembali ke rumah. Saat itu ia melihat sepeda motor milik korban terparkir di salah satu halaman rumah warga, sekitar 200 meter dari TKP atau tempat tinggal pelaku. Pelaku pun langsung naik pitam, dan merusak sepeda motor korban.

Setibanya di rumah, pelaku mengintip dari jendela. Dia melihat FHA, istrinya, bersama korban di kamar tidur milik dia dan istrinya. Pelaku, kemudian langsung menerobos masuk ke dalam kamar melalui pintu. Perkelahian pun tak terhindarkan. Pelaku dan korban saling adu jotos. Istri pelaku, juga seorang saksi lain sempat melerai, tetapi tak kuasa.

Saat perkelahian itulah pelaku kemudian menikam korban menggunakan sebilah pisau ukir miliknya yang kebetulan dibawah dari tempat kerja. Usai menikam korban, pelaku pun langsung menuju rumah salah seorang polisi yang tinggal sedesa untuk memberitahukan kejadian itu, dan menyerahkan diri.

Pelaku kemudian diamankan di Polsek Melonguane bersama barang bukti. Sementara korban langsung dilarikan ke RSU Daerah Talaud di Mala, namun karena kondisinya tidak memungkinkan, maka oleh pihak rumah sakit, korban dirujuk ke Manado.

Lebih lanjut, menurut sejumlah sumber, hubungan gelap pelaku dan istri pelaku, yang nota bene bekerja di satu kantor itu, sudah lama didengar oleh pelaku. Namun pelaku belum menemukan bukti.

“Malah ada yang anggap dorang (korban dan istri pelaku) laki bini. Bahkan pelaku juga anggap dorang so sama dengan saudara karena sering datang di rumah,” ujar sumber.

Kapolres Kepulauan Talaud AKBP M. Denny I. Situmorang, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim dan Kapolsek Melonguane Ipda Jhon Laluas membenarkan kejadian tersebut.

“Tersangka dan barang bukti sudah diamankan, dan sementara pemeriksaan saksi. Setelah itu baru gelar perkara dan penetapan tersangka. Walaupun sudah cukup jelas. Karena sudah ada barang bukti, saksi, dan pengakuan pelaku,” kata Kapolsek, kepada wartawan di Mapolsek Melonguane.

Kapolsek menyebutkan, kasus ini tergolong tindak pidana penganiayaan berat. Pelaku, akibat perbuatannya itu, dapat dijerat Pasal 351 ayat (2) atau 354 ayat (1) KUHP dengan ancaman sekitar 9 tahun penjara. Namun pasal yang dikenakan dan ancaman hukuman dapat berubah, apabila kondisi korban berubah. (rey atapunang)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional