Menu

Hari libur, Guru Garis Depan Talaud “Menangis”

  Dibaca : 403 kali
Hari libur, Guru Garis Depan Talaud “Menangis”
Prajabatan CPNS Golongan II dan III Kabupaten Kepulauan Talaud, Bersama Buapti Talaud

“99 Persen GGD II Talaud, belum peroleh Tunjangan sesuai amanah Permendikbud No 10 Tahun 2018”

Demi Kepentingan nasional, Guru Garis Depan (GGD) hadir menyebar di antero titik capai program Mencerdaskan Anak bangsa di seluruh Indonesia. Talaud Salah satu kabupaten sasarannya. Maka, terutus lah secara resmi 62 orang GGD yang sebagian besar putra daerah itu sendiri. Selebihnya, ada dari Aceh, Makassar, bali dan wilayah lainnya.

Para Guru Garis depan diseleksi secara nasional, setelah lulus, mereka diangkat dan dipayungi hukum sebagaimana pegawai negeri lainnya. Bahkan, melalui program GGD, ke 62 Guru itu harusnya mendapat tunjangan yang diamanahkan berdasarkan Permendikbud No 10 Tahun 2018. Salah satu isinya mengatur perihal pemberian tunjangan. Namun, nyata di lapangan, amanah itu tidak berjalan baik.

Demi kepentingan nasional, isi dari Permendikbud di atas, sangat jelas mendeskripsikan perihal penerimaan Tunjangan bagi Guru Garis Depan. Tunjangan Profesi dan terlebih tegasnya tercatat wajib menerima Tunjangan Khusus, yang semuanya sudah diatur dan seharusnya diberikan terhitung sejak tanggal awal bertugas di lokasi.

Faktanya, sejak terhitung pengangkatan dan mengabdi di lokasi penempatan sejak bulan Agustus 2017 sampai Juni 2018, Para Guru Garis Depan itu secara jujur menyampaikan sekitar 99 Persen dari mereka belum menerima Tunjangan Profesi dan Tunjangan Khusus.

Persis yang disampaikan oleh salah satu Guru Garis depan yang saat ini sedang pulang berlibur di daerah kelahirannya karena ingin berkumpul bersama keluarga, lebaran bersama di Makassar.

“Saya ingin pulang lebaran dulu walau upah hanya untuk Transport Pulang Pergi saja. Memang saya sangat berharap peroleh Tunjangan itu, tapi apa daya, sampai ini belum ada tanda2 juga kapan terimanya”

Berharap, penuh ikhlas dan rindu pulang tuk berkumpul lebaran bersama keluarga, WR (34) yang tempat pengabdiannya di wilayah perbatasan miangas, kini pulang kampung tanpa membawa tunjangan tambahan sesuai yang di amanahkan pemerintah pusat. (HH)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional