Menu

Ternyata! Bahan Dasar  Mata Uang Dolar Amerika Diproduksi di Talaud

  Dibaca : 1117 kali
Ternyata! Bahan Dasar  Mata Uang Dolar Amerika Diproduksi di Talaud
Petani Desa Esang, Talaud usai panen Pisang Abaka, sebagai bahan dasar mata uang dolar Amerika. (FOTO:Rey/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS — Saat ini, nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, terbilang tinggi, berada di level Rp14 ribu per satu dolar. Namun banyak yang tak mengetahui, selain Filipina, ternyata Indonesia menjadi salah satu negara penghasil bahan baku dasar, diproduksinya mata uang dolar Amerika.

Kertas yang dijadikan sebagai bahan dasar, mata uang  dolar Amerika Serikat,  itu berasal dari serat Pisang Abaka. Tanaman ini, di Indonesia hanya bertumbuh dan hidup di wilayah perkebunan Desa Esang, Kecamatan Esang, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.

Sayangnya, produksi  Pisang Abaka di Desa Esang, masih bersifat tradisional, berbeda dengan produksi yang dilakukan di Negara Filipina, menggunakan alat modern.  Budidaya Pisang Abaka oleh masyarakat terutama petani Esang, tidak semasif di Filipina dengan jumlah besar.

Selain menjadi bahan dasar pembuatan mata uang dolar Amerika Serikat, serat yang dihasilkan dari Pisang Abaka. Merupakan security papers seperti memiograph, kantong teh celup, dan tisu. Abaka juga dapat dibuat untuk tali kapal ukuran raksasa yang biasa digunakan Kapal Pelni serta bisa juga dijadikan karpet kualitas terbaik di dunia.

Tingginya manfaat serat Pisang Abaka, sejak beberapa tahun terakhir sudah dilirik pemerintah daerah. Pengalokasian dana lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ikut digelontorkan, demi mengembangkan produksi serat Pisang Abaka. Sayangnya, langkah tersebut tidak ditunjang dengan sarana infrastuktur sehingga menyulitkan petani dalam pengembangan budidaya Pisang Abaka.

Melihat potensi ini, tim TNI AD dijajaran Kodim 1312/Talaud, melirik produksi pengembangan Pisang Abaka dengan menggandeng Petani. Pada Jumat (11/5) 2018, TNI bersama petani Desa Esang, melakukan penanaman Pisang Abaka di lahan Koramil 1312-05/Esang.

Koramlil 1312-05, Setiawan menguraikan, progres TNI mengembangkan kembali budidaya Pisang Abaka, bertujuan menggairahkan petani dalam menanam Pisang Abak, disebabkan potensi yang dimiliki tanaman ini begitu banyak.

“Selain ikut membudidayakan pengembangan Abaka, upaya ini juga mendorong langkah pemerintah menjadikan Talaud sebagai sentra budidaya Abaka di Indonesia,” tandasnya. (rey atapunang)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional