Menu

Peduli Kesejahteraan Petani, KUMAAT Kritisi Rendahnya NTP di Sulut

  Dibaca : 69 kali
Peduli Kesejahteraan Petani, KUMAAT Kritisi Rendahnya NTP di Sulut
Anggota DPRD Sulut Teddy Kumaat. (FOTO:Ist)

TELEGRAFNEWS – Sulut dikenal yang kaya akan hasil pertanian, potensi ini merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi rakta. Sayangnya, Sulut tergolong memiliki Nilai Tukar Petani (NTP) yang rendah.

NTP sendiri merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.

Atas dasar itulah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Teddy Kumaat, mengkritisi kinerja Dinas Pertanian dan Peternakan, lewat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulut tahun 2017, Jumat (14/4) 2018, di ruang Paripurna DPRD Sulut.

“Setelah disinggung oleh pak Edison, saya mencari data, ternyata dalam 10 tahun terakhir Sulut baru mulai NTP dibawah 100 sejak tahun 2014, sebelumnya masih 100 dan ironisnya per Februari 2018 untuk Nasional berada di poin 103 sekian,” jelas Kumaat.

Kumaat mengharapkan agar ada tindakan khusus terkait mencari solusi turunnya NTP di Sulut. Misalnya, dilakukan kajian khusus oleh tim yang harus dibentuk Pemprov.

“Perlu adanya tim khusus dibentuk oleh Pemprov, ini harus dicari dimana letak problemnya, sehingga kesejahteraan petani bisa terwujud,” tandasnya.

Pola mengkroscek persoalan NTP, merupakan hal penting, karena menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yakni 35 persen angkatan kerja di Sulut adalah petani. (indah pesik)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional