Menu

Ada Calon Pernah Dipecat, GMBI Desak Ferry Daud Liando Cs Selektif Diproses Seleksi KPUD

  Dibaca : 199 kali
Ada Calon Pernah Dipecat, GMBI Desak Ferry Daud Liando Cs Selektif Diproses Seleksi KPUD
Lembaran salinan pemecatan PPK oleh KPU Manado tahun 2010 yang dikeluarkan PTUN tembusan Mahkamah Agung. (FOTO:Istimewa)

TELEGRAFNEWS – Publik Sulut tengah tertuju pada proses seleksi Komisioner Pemilihan Umum (KPU) di tujuh kabupaten/kota. Menariknya, dari sekian nama-nama yang lolos hingga tahapan tes kesehatan dan wawancara pada 16 April 2018. Ada salah satu calon yang pernah dipecat oleh KPU Kota Manado, medio 2010 lalu.

Dia adalah Muchamad Burhanudin, SPd, calon anggota KPU Kota Manado yang kini ikut seleksi. Muchamad Burhanudin, SPd, ternyata pernah dipecat oleh KPU Kota Manado pada tahun 2010, saat dirinya dipercayakan menjadi anggota Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) di Kecamatan Wanea.

Amar putusan Muchamad Burhanudin bersama 14 koleganya sebagai PPK yang tersebar dibeberapa kecamatan. Itu tertuang dalam surat keputusan (SK) masing-masing yang dikeluarkan KPU Kota Manado. Khusus untuk Muchamad Burhanudin SK nya bernomor 24/kpts/KPU-Mdo/023/2010 tertanggal 06 September.

Salinan Mahkamah Agung RI, klik disini…Putusan Mahkamah Agung Tentang Pemecatan Anggota PPK tahun 2010..

Kala itu, Burhanudin dan 14 koleganya dipecat karena dinilai melakukan perlawanan terhadap KPU Kota Manado dan memilih menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi (MK) melawan KPU dalam Pilkada Kota Manado. Tak terima dipecat KPU, Muchamad Burhanudin bersama koleganya menempuh jalur PTUN namun hasilnya PTUN hingga Mahkamah Agung (MA) memenangkan KPU Kota Manado, atas keputusan pemecatan tersebut.

Menyangkut itu, tim seleksi (Timsel) KPU kabupaten/Kota yang didalamnya terdapat anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) daerah. Yakni Ferry Daud Liando, diminta lebih selektif dan profesional dalam menyeleksi calon-calon komisioner.

Desakan terhadap Liando Cs, disampaikan langsung Ketua LSM Gerakan Masyarakat Indonesia Bawah (GMBI) Wilter Sulut, Howard H Marius. Kepada TelegrafNews, Marius menjelaskan, kualitas penyelenggaraan pemilu harus dimulai dari karakteristik peyelenggaranya. Yakni, orang-orang yang nantinya terpilih dari proses seleksi hingga menjadi penyelenggara pemilu, benar-benar bersih dan kredibel secara personal.

“Jangan pernah berharap bahwa kualitas penyelenggaraan pemilu bisa berjalan baik. Kalau mental dan karakter penyelenggara saja bermasalah. Ini menjadi tanggung jawab bersama, sekiranya Timsel-1 KPU dari tujuh kabupaten/kota di Sulut, bisa memperhatikan persoalan ini,” tandasnya, Senin (16/4) 2018.

Dia berharap, Ferry Liando bersama anggota Timsel lainnya bisa memperhatikan persoalan ini, sehingga buah dari kualitas yang dihasilkan Timsel-1 Sulut, bisa menghasilkan yang terbaik.

“Kami percaya, pak Ferry Liando yang dikenal sebagai pegiat Pemilu di Sulut hingga nasional, sekaligus merupakan anggota DKPP perwakilan daerah di Sulut, bisa bekerja secara baik dan sesuai koridor aturan yang tertuang dalam UU nomor 1 tahun 2017 tentang Pemilu,” harapnya.

Senada disampaikan Ketua LSM GMBI Distrik Manado, Melky Lelemboto. Kata Lelemboto, GMBI sepenuhnya mensupport kerja-kerja Timsel yang selalu bertindak berdasarkan koridor aturan.

“Kami yakin, Timsel-1 Sulut yang kini tengah menyeleksi calon-calon komisioner di tujuh kabupaten/kota mempunyai kredibelitas dan tanggung jawab besar terhadap perjalanan demokrasi di Sulut. Apresiasi diberikan kepada pak Ferry Liando yang selalu fokus pada persoalan-persoalan kepemiluan,” tambah Lelemboto diamini Sekretarisnya Queinchy Revaldo Kaunang. (redaksi)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional