Menu

Panitia Hari Autis Kecamatan Mapanget Diberikan Pembekalan Khusus

  Dibaca : 98 kali
Panitia Hari Autis Kecamatan Mapanget Diberikan Pembekalan Khusus
Suasana pembekalan tim Kesehatan Panitia Autis se-dunia, Kecamatan Mapanget oleh dr. Hesty Lestari.(FOTO:Indah/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS – Panitia Hari Autis se-dunia yang dibentuk pemerintah Kecamatan Mapanget, Kota Manado, terus merampungkan persiapan program-program kerja. Kesiapan panitia yang nantinya memulai kegiatan pada April mendatang, terus didukung oleh akademisi-akademisi bidang yang bersangkutan dalam hal tersebut.

Terbukti, Jumat (23/2) 2018 di Giant Mall, tim Kesehatan yang didalamnya tergabung perawat serta dokter di Puskesmas Paniki Bawah itu, dibekali dengan pengarahan yang diberikan oleh dr. Hesty Lestari yang adalah konsultan tumbuh kembang anak dari RSUP. Prov. Kandou Manado.

Pembekalan diberikan, terkait program dari tim kesehatan Panitia Hari Autis se-dunia, yakni pendataan penderita Autis yang ada di wilayah kerja Kecamatan Mapanget, Manado. Pendataan dilakukan tidak sembarangan, yakni tim kesehatan harus memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada setiap orang tua untuk mengenali apakah ada gejala autis pada anak.

dr Hesty Lestari, lewat pembekalan, menjabarkan point-point penting melakukan observasi lapangan oleh Tim Kesehatan yang pimpinan dr. Meiny Manumpil.

Pembekalan bertujuan, memberikan pemahaman ke panitia dalam mengumpulkan data, mengenali ciri-ciri dari anak yang menderita autis. Mengingat, Autis adalah kelainan atau gangguan dalam hubungan berkomunikasi dan berbicara ini belum diketahui secara pasti penyebabnya, walaupun sudah banyak pakar-pakar yang berteori.

“Autis sampai sekarang belum dapat dipastikan dengan jelas apa penyebabnya. Memang banyak teori menyebutkan, namun belum ada yang bisa menyimpulkan bahwa inilah penyebab autis. Autis menyangkut gangguan pada perilaku, jadi kita belum tahu penyebab pastinya, hingga nanti kearah pengobatannya pun bersifat terapi rehabilitasi,” ujar dr Hesty dalam pembekalan.

Mendiagnosis penyakit autis, masih menjadi suatu tantangan, karena belum ada pemeriksaan penunjang yang spesifik, misalnya pemeriksaan laboratorium.

“Panita hari Autis se-dunia, khususny di Kecamatan Mapanget harus terjun langsung di lapangan, menjabarkan pertanyaan-pertanyaan penting kepada orang tua seputar mengenali ciri-ciri ataupun tanda-tanda anak penderita autis. Targetnya, adalah anak usia 18-36 bulan, untuk mendeteksi,” bebernya lagi. (indah pesik)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional