Menu

Harga Komoditi Pala Anjlok, Petani di Talaud Menjerit

  Dibaca : 129 kali
Harga Komoditi Pala Anjlok, Petani di Talaud Menjerit
Petai menjemur komoditi Pala yang sudah dipanen. (FOTO:Istimewa)

TELEGRAFNEWS – Harga komoditi Pala di Kepulauan Talaud, Sulut belakangan anjlok. Petani Pala di daerah itu menduga anjloknya harga, akibat permainan para pengusaha pembeli Pala di daerah itu.

Tanaman Pala adalah komoditi hasil bumi yang terus dilestarikan oleh warga Kepulauan Talaud. Komoditi Pala menjadi komoditi primadona karena harga jualnya sangat menjanjikan bagi para petani. Dengan berbuah tampa musim, membuat para petani selalu bergantung pada hasil bumi itu demi memenuhi kehidupan mereka sehari-hari.

Namun sangat disayangkan, karena keprimadonaan komoditi Pala belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Mereka masih saja menjerit, teruta,a kesulitan harga jual Pala yang anjlok.

Pantauan TelegrafNews, harga beli pala saat ini di pasaran berkisar Rp.35 ribu perkilo. Turun di bandingkan dengan bulan kemarin yang naik berkisar Rp.60 ribu. Sementara harga jual kopra di bulan kemarin berkisar Rp.10 ribu per kilo. Tetapi saat ini turun menjadi Rp.5 ribu perkilonya.

Turunnya harga pala, dan sejumlah konditi lainnya, sangat berdampak bagi ekonomi para petani. Nonce Bawinto, petani asal Desa Salibabu Kecamatan Salibabu, saat diwawancarai mengatakan, dengan turunnya harga jual komoditi, dirinya berharap pemerintah bisa turun tangan untuk melakukan operasi pasar guna mengatakan harga beli hasil bumi yang di duga sengaja di permainkan oleh para pengusaha yang sengaja meraih rejeki di atas penderitaan warga .

“Kami duga ada permaianan oleh para pembeli. Untuk itu peran serta pemerintah sangat di harapkan masyarakat guna kemajuan warga Talaud terutama para petani Talaud,” tuturnya. (rey atapunang)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional