Menu

BASARNAS Sisir Perairan Minut Cari Dua Nelayan Hilang

  Dibaca : 166 kali
BASARNAS Sisir Perairan Minut Cari Dua Nelayan Hilang
Salh satu aktivitas pencarian yang dilakukan Basarnas. (FOTO:Istmewa)

TELEGRAFNEWS – Sejak menerima laporan adanya dua nelayan asal Desa Maen, Kecamatan Wori, Minahasa Utara, Sulut, yang terombang-ambing di laut karena kerusakan mesin perahu katinting saat melaut, Rabu (7/2) 2018.

Tim Basarnas, dibantu masyarakat terus melakukan upaya pencarian dua nelayan yakni Sholat Husen (45) dan Darman (30), hingga Kamis (8/2) 2018.

Dalam pencarian tersebut, tim Basarnas menurunkan KM Bima Sakti dan menyisir perairan di Pulau Bangka dan Gangga. Ada sedikit kesulitan sebab titik koordinat mengenai keberadaan kedua nelayan tidak diketahui.

‘Kita masih melakukan pencarian, memang antara nelayan dan keluarga masih sempat melakukan komunikasi lewat HandPhone, namun sayanya mereka (dua nelayan) tidak mengetahui koordinat dimana perahu mereka terombang-ambing,’ beber Kepala Bagian Humas Basarnas Sulut Ferry Arianto kepada wartawan ketika dkonfirmasi, siang tadi.

Sekadar diketahui, Saat melaut, kedua nelayan Desa Maen itu, dikabarkan tidak membawa perlengkapan memadai sebagai penunjang aktivitas mereka menangkap ikan. Di tengah laut, mendadak mesin motor yang terpasang di perahu katinting, yang digunakan keduanya mengalami kerusakan hingga terombang-ambing. Karena tidak dilengkapi kunci-kunci untuk memperbaiki kerusakan pada motor katinting.

Keduanya tak panik, melalui HandPhone (HP) yang sempat dibawa, siang itu mereka kemudian menghubungi pihak keluarga yang ada di Desa Maen, dan menceritkan ikhwal yang menimpa mereka. Tak hitung lama, sebuah perahu nelayan dan tim SAR serta pihak kepolisian, turun melakukan pencarian guna mengetahui keberadaan mereka (dua nelayan). Namun karena titik koordinat tempat nelayan itu terombang-ambing tak diketahui, pencarihan hingga detik ini belum membuahkan hasil.

‘Kami sangat mengharapkan pencairan dari Basarnas terus dilakukan,’ ujar Syarifudin Hasan, kakak Sholat Husain sekaligus mertua dari Darman, Kamis (8/2) 2018.

Masih menurut Hasan, dalam pencarian sore kemarin, mereka masih melakukan komunikasi bersama kedua korban lewat HandPhone, namun karena tidak adanya alat canggih yang dibawa kedua korba hingga titik koordinat terkait keberadaan mereka tidak bisa diketahui.

‘Kami masih komunikasi, dan kedua korban tidak mengetahui titk koordinat tempat mereka terombang-ambing, hingga pencarian tak membuahkan hasil. Namun malam, sudah tidak ada komunikasi, kemungkinan HP lowbet, kami hanya menduga bisa saja perahu adik saya terombang-ambing menuju batang dua, Ternate,’ urainya sembari meminta pihak-pihak berkompoten bisa turut melakukan pencarian. (man/redaksi)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional