by

PANWASLU: Baiknya ASN Minahasa dan Aparat Desa Tunjukan Netralitas

TELEGRAFNEWS – Aparatur Sipil Negara (ASN) plus perangkat desa se-Minahasa, wajib menunjukan netralitas dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Juni, mendaratang.

“ASN mulai dari pegawai biaasa, camat, hingga apartur desa, kiranya berlaku netral dan mensukseskan Pilkada,” seru Ketua Panwaslu Minahasa Donny Rumagit, Jumat (12/1) 2018.

Himbauan dan larangan mendukung salah satu calon, bukan disebabkan keinginan Panwaslu, namun merupakan instruksi aturan yang tertuang dalam UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

“Secara jelas dalam aturan itu mengatur larangan soal ASN berpolitik, juga mengatur tentang sanksi,” bebernya.

Kenapa Panwaslu mewanti-wanti kepada ASN dan aparat desa, karena hal itu dimaksud agar tidak masuk campur dalam urusan politik jelang Pilkada Minahasa.

“Kami hanya mengingatkan bahwa camat dan aparat desa tidak bisa ikut serta maupun masuk campur soal urusan politik terkait Pilkada,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah ada beberapa laporan yang masuk soal keterlibatan ASN membantu calon, termasuk kampanye diam-diam.

“Sudah ada laporan, dan sebelum ada tinadkan tegas, ASN diimbau netral sebab sanksinya jelas dan bisa merugikan ASN yang melanggar,” tandasnya.

Monotoring terhadap netralitas ASN, selain dipantau warga, Panwaslu juga menyiapkan personil di lapangan.

“Bersinergi itu penting dalam mensukseskan Pilkada. Panwas kecamatan maupun warga, harap melapor bila menemukan, dan akan kita tindak ASN yang melanggar,” janjinya. (arthur lendombela)

 

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed