Menu

Lima Anak Korban Trafficking Asal Manado Dipulangkan Dari Papua

  Dibaca : 4000 kali
Lima Anak Korban Trafficking Asal Manado Dipulangkan Dari Papua
Para korban saat dijemput di Bandara Sam Ratulangi. (rendi/telegrafnews)

TELEGRAFNEWS – Lima anak gadis korban trafficking atau penjualan orang di Kota Manado, Minggu (3/11) 2017 akhirnya tiba di Kota Manado, setelah dijemput dari Kabupaten Serui, Provinsi Papua.

Kelima gadis yang masih berusia belia ini, tiba di bandara Internasional Sam Ratulangi dan langsung dibawa ke kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulut.

Menurut Kepala Dinas P3A, Mieke Pangkong, proses pemulangan korban trafficking ditindaklanjuti sesuai keluhan orang tua terhadap anak-anak mereka yang dipekerjakan di luar daerah.

“Dari orang tua, laporan itu diteruskan ke salah satu LSM di Sulut, selanjutnya kita menempuh langkah koordinasi,” tandasnya.

Dalam proses koordinasi memulangkan kelima korban tersebut, DP3A melibatkan Polsek setempat dan Kejaksaan Papua.

“Selama koordinasi, kami menemukan data-data terhadap mereka dan benar saja ada lima orang anak gadis yang diduga jadi korban,” bebernya lebih jauh.

Sebagian besar besar berusia dibawah 18 tahun, mereka sudah cukup lama dipekerjakan oknum tak bertanggung jawab di Serui, Papua.

“Usai menerima informasi, kami melakukan penjemputan oleh dinas P3A dengan melibatkan satgas P2TP2A.” lanjut mieke.

Selanjutnya, para korban dimediasi, disediakan dokter, psikolog, serta terapis. Tujuannya memberikan penguatan mental kepada mereka atas peristiwa tersebut.

“Selain memberikan perawatan kepada para korban, kita juga kordinasi bersama Polda Sulut dan melakukan pengembangan guna mencari mucikari yang memberangkatkan mereka ke luar Sulut,” tutupnya. (rendi)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional