Menu

Waspada! Kota Manado ‘Koleksi’ 863 Penderita HIV-AIDS

  Dibaca : 1922 kali
Waspada! Kota Manado ‘Koleksi’ 863 Penderita HIV-AIDS
Sekretaris KPA Manado Joni Wuisan. (indah/telegrafnews)

TELEGRAFNEWS – Hingga Maret 2017, penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan  Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Manado, menembus angka 863 orang.

Merujuk data yang dibeberkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), kebanyakan penularan kasus HIV-ADS diakibatkan dari hubungan heterogen itu, terungkap lewat rapat kemitraan KPA bersama Pelaku Usaha Pariwisata Kegiatan Hiburan dan Rekreasi yang digagas Dinas Pariwisata, di ruang serbaguna Pemkot Manado, senin (27/11) 2017.

“Meningkatkanya kasus HIV-AIDS ini, kita terus melakukan upaya pencegahan lewat advokasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di tempat-tempat hiburan malam dan rekreasi,” kata pengelola sekretariat KPA Manado, Joni Wuisan.

Manado yang didaulat dengan sebutan Kota Pariwisata ternyata semakin hari semakin banyak penderita HIV-AIDS. Bahkan data yang ada di tangan KPA, itu semuanya belum tervalidasi dan didapat dari lapangan serta dari laporan institusi layanan kesehatan.

Melihat trend, di Sulawesi Utara khususnya Manado, penderita penyakit ini lebih banyak terinfeksi dikarenakan oleh hubungan seksual. Namun sebenarnya, lanjut Wuisan, bagi orang yang sudah terinfeksi bisa dilakukan upaya-upaya mengendalikan virus HIV-AIDS.

“Hubungan seksual menjadi pemicu utama. Oleh sebab itu pendekatan yang harus dibuat yaitu pencegahan IMS maupun HIV-AIDS melalui transmisi seksual dan kegiatan ini bisa terjadi dimana saja dan oleh siapa saja. Cara lainnya seperti treatment atau pengendalian, baik itu melalui pengobatan ataupun pendampingan, bisa dilakukan kalau masyarakat sadar untuk memeriksakan dirinya secara sukarela,” beber Wuisan.

Dirinya berharap, lewat rapat kemitraan bersama pelaku dunia usaha pariwisata dan hiburan yang difasilitasi pemerintah, sejogyanya bisa dilakukan pencegahan dini mengenai penyebaran penyakit HIV-AIDS.

“Rapat kemitraan seperti ini adalah satu moment luar biasa, dan kami dapat sampaikan informasi, baik itu yang bersifat promotif maupun yang bersifat prefentif ataupun pencegahan orang terinfeksi HIV-AIDS,” tandasnya lagi.

Mengantisipasi penyakit ini dan penularannya, Wuisan menyarakan, untuk tidak melakukan hubungan seks sama sekali. Jika ingin melakukan hubungan seks maka harus menikah, jika sudah menikah setialah kepada pasangan anda.

“Faktanya, banyak yang tidak bisa setia pada pasangan maka untuk itu KPA menyarankan untuk menggunakan kondom serta tidak memakai Narkoba. Khusus ibu-ibu Hamil agar segera memeriksakan dirinya agar apabila terinfeksi bisa segera ditangani supaya calon bayi nantinya tidak terinfeksi juga,” imbaunya. (indah pesik)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional