by

Suksesi Dekan Hukum Unsrat! Flora Kalalo Titisan Ellen Kumaat ?

-Edukasi, Manado-2,192 views

TELEGRAFNEWS – Desas-desus siapa yang nantinya menjadi Dekan Fakultas Hukum, Universitas Samratulangi (Unsrat), Manado, Sulut, sudah bisa ditebak.

Yah, dari tiga nama yang terseleksi sebagai calon dekan. Nama Flora Kalalo yang kini menjabat sebagai wakil rektor (Warek) II Unsrat, membidangi keuangan, memiliki kans kuat menahkodai Fakultas Hukum.

“Sudah bisa ditebak, siapa yang bakal menjadi orang nomor satu di fakultas hukum Unsrat. Dari tiga nama yang bertarung dalam pemilihan dekan, Flora Kalalo disebut-sebut sebagai ‘titipan’ rektor,” beber salah satu dosen Fakultas Hukum kepada TelegrafNews, Kamis (9/10) 2017, sembari meminta idetintasnya tak dipublish.

Alasannya, dari enam bakal calon yang melakukan pendaftaran yakni Ronny Maramis, Fransiscus Tangkudung, Ralfie Pinasang, Michael  Nainggolan, Theo Tampanguma dan Flora Kalalo. Tiga dinyatakan gugur yaitu Ronny Maramis, Frans Tangkudung dan Theo Tampanguma, dengan alasan portofolio masing-masing bakal calon.

“Melihat skema dari tiga daftar calon dekan fakultas Hukum yang dikeluarkan Rektor Unsrat, seperti Rafli Pinasang, Theo Tampanguma dan Flora Kalalo. Sudah bisa ketahuan siapa yang diinginkan Rektor Unsrat menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum dalam pemilihan yang direncakan pada 15 Januari 2018, mendatang,” tambah sumber.

Mengenai desas-desus, Flora Kalalo sebagai titisan Rektor Unsrat Ellen Kumaat, ditanggapi sinis sejumlah mahasiswa. Mereka berharap, proses pemilihan Dekan Fakultas Hukum, tidak mencederai semangat demokrasi yang tengah gencar-gencar dibangun di Unsrat.

“Sebagai mahasiswa, kami berharap praktek-praktek seperti ini bisa dihilangkan. Yah, kalau sudah ada intervensi pihak rektorat apa lagi Rektor memiliki calon khusus, ini sangat memiriskan,” pungkas Romel salah satu aktivis mahasiswa.

Terkait adanya pola intervensi hingga calon titisan rektor, Frans Tangkudung angkat bicara. Dosen yang juga menjabat sebagai ketua Senat Fakultas Hukum, menguraikan proses pemilihan Dekan Fakultas Hukum kiranya bisa berjalan demokrasi dan bebas dari intervensi rektorat.

“Yah, sangat kelihatan, seperti ada upaya-upaya penekanan dalam mempercepat proses pemilihan di luar jadwal. Harusnya dilakukan 15 Januari 2018, namun pemilihan soalah dipaksakan digelar pada 16 November 2017, ada apa ini? harus sesuai regulasi,” tandasnya. (man/redaksi)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed