Menu

Sudah Enam Kali Beraksi, Ini Motif Pelaku Penculikan Anak

  Dibaca : 1858 kali
Sudah Enam Kali Beraksi, Ini Motif Pelaku Penculikan Anak
Pelaku penculikan anak (tengah) digelandang tim Reskrim di Polsek Malalayang. (rendy/telegrafnews)

TELEGRAFNEWS – Tanda awas bagi orang tua di Kota Manado dan Sulut pada umumnya. Itu menyusul terjadinya aksi penculikan terhadap gadis cilik berusia enam tahun, salah satu warga Kecamatan Pineleng.

Meski korbannya sudah ditemukan, namun proses penyelidikan terhadap pelaku JM alias Jemmy yang berhasil dibekik, kini sudah diamankan di Mapolsek Malalayang, Selasa (28/11) 2017 dan tengah dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Bagaimana Motif Pelaku Melakukan Tindakan Ini?

Merujuk hasil penyidikan polisi, rupanya motif pelaku menculik korban adalah ingin melampiaskan nafsu bejadnya. Hal ini diakui pelaku saat dimintai keterangan di Polsek Malalayang.

“Semua bermula ketika saya melewati sekolah tersebut dan melihat korban sedang sendirian di halaman sekolah. Saat itu saya sudah ingin melakukan hubungan seks, karena saya sering menonton film porno. Kemudian saya memanggil korban dengan alasan diperintahkan oleh orang tuannya untuk membawanya di patung Salib Besar Warembungan,” jelas pelaku.

“Kemudian saya membawa korban ke Tondano dengan melewati daerah Tanawangko dan mampir di Taman Eman yang ada di Desa Sonder. Di sana saya memandikan korban di kolam dan membawa kolam kedalam kamar mandi dan mencabulinya dengan cara menggesek-gesek kemaluan korban dengan jari saya,” aku Jemmy kembali.

Jemmy mengakui setelah dari kolam, dirinya membawa korban ke Tondano tepatnya di pasar tempat jual pakaian cabo.

“Di sana juga saya memeluk korban dan melanjutkan aksi tak senonoh demi melampiaskan nafsu saya,” lanjutnya.

Lelaki yang sudah berpisah dengan istrinya karena tidak punya anak ini mengakui kalau dirinya sudah enam kali berbuat perbuatan seperti ini, namun baru kali ini ia membawa lari korban.

“Saya sudah dari 2013 melakukan hal seperti ini, namun korban-korban sebelumnya tidak saya bawa lari. Sudah enam korban yang saya dapat dan terakhir hari kemarin. Dan sebelum melakukan hal itu, saya lebih dulu menonton film porno” tandasnya.

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, korban sementara di periksa oleh Kanit PPA Polresta Manado di Mapolsek Malalayang.

“tinggal menunggu perkembangan entah pemeriksaan akan dilanjutkan di Mapolsek atau akan di limpahkan ke Polresta Manado. Untuk sementara pelaku dikenakan pasal 330 kuhp, dengan tuntutan hukuman 7 tahun kurungan penjara,” jelas Sahelangi. (rendy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional