by

Reses di Mahakeret, LILY BINTI Gandeng Instansi Teknis

TELEGRAFNEWS – Berbeda dengan wakil rakyat lainnya, Ketua Komisi C Dekot Manado yang membidangi pembangunan, Lily Binti, menggandeng instansi teknis saat menyerap aspirasi rakyat lewat reses di Lingkungan I, Kelurahan Mahakeret, Kecama Wenang, Selasa (28/11) 2017.

Instansi tekhnis yang digandeng politisi Golkar Dapil Wenang-Wanea ini, yakni perwakilan PT Air Manado, Dinas Perkim, perwakilan dokter serta Camat Wenang Donald Sambuaga, dalam proses reses di rumah keluarga Tumbelaka-Sigar.

Lewat dialog, berbagai aspirasi disampaikan rakyat terutama konstituennya terkait persoalan sarana infrastruktur yang belum memadai. Seperti, persoalan air bersih, perlunya pelebaran akses jalan lorong hingga kondisi lampu penerangan jalan yang begitu diperlukan.

Seperti disampaikan seorang warga, tentang tidak adanya penerangan jalan di lorong yang ada di wilayah Mahakeret. Menurutnya, penerangan lampu jalan hanya ada pada 5 tahun yang lalu, namun sudah rusak dan hingga kini tak kunjung diperbaiki, ini rawan terjadi tindak kriminal jika kondisi lorong gelap.

“Seingat saya, 5 tahun yang lalu banyak penerangan yang ada di jalan kecil atau lorong, akan tetapi sekarang hampir-hampir tidak ada lagi, kiranya ada perhatian anggota dewan untuk ditindaklanjuti ke pemerintah,” ibu Saerang warga setempat.

Tak hanya lampu jalan, warga ikut menyoalkan ketersedian air bersih. Kadang jalan dan kadang tidak, kalaupun jalan air yang keluar dari keran adalah air keruh serta hanya ada angin dan bukannya air bersih.

“Saya membawa Dinas Perkin dan akan menindaklanjuti tentang penerangan jalan, serta saya minta kepada masyarakat di lingkungan masing-masing agar dapat memberitahukan kepada kelurahan, terkait lampu jalan yang tidak berfungsi dan ditindaklanjuti di Tahun 2018,” jelas Binti yang sudah dua kali menjadi anggota Dekot Manado ini.

Menjawab keluhan air bersih, perwakilan PT Air Manado, Joshua Raintung, menjelaskan air yang sampai ke rumah warga melewati pipa ternyata berwarna keruh ataupun tidak ada air yang keluar, itu penyebabnya, dikarenakan pengaruh hujan sehingga aliran air tersendat dan hanya angin yang ada serta air keruh.

“Distribusi air kami gunakan pakai sistem gravitasi, dan karena pengaruh musim hujan dan cuaca ekstrim sehingga satu minggu terakhir ini air sering keruh atau hanya angin yang keluar,” tandasnya.

“Kita punya solusi yakni planing kita untuk menambah tekanan khusus untuk mahakeret, serta peremajaan pipa lama serta pembersihan pipa,” bebernya lagi.

Olehnya, PT Air meminta warga untuk segera melapor ke unit pengaduan bila terjadi persoalan tekhnis mengenai pelayanan air bersih dan segera akan ditindaklanjuti.

Mengakhiri resesnya, Lily Binti berjanji segera menindaklanjuti berbagai keluhan warga lainnya dan akan disampaikan ke Pemkot Manado melalui instansi tekhnis. (indah pesik)

 

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed