Menu

Pemkot Bitung Terima Dana Hibah Air Minum Perkotaan 5,3 M

  Dibaca : 79 kali
Pemkot Bitung Terima Dana Hibah Air Minum Perkotaan 5,3 M
Wali Kota Bitung Max Lomban saat menandatangani NHPD di Jakarta. (istimewa)

TELEGRAFNEWS – Pemerintah Kota Bitung menerima dana pengganti sebesar Rp 5,3 M dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan akses penyediaan air minum dari program Hibah Air Minum Perkotaan.

Pemberian dana hibah, sesuai surat Menteri Keuangan tentang penetapan pemberian hibah daerah untuk program Hibah Air Minum Perkotaan tahap I yang bersumber dari APBN TA 2017 kepada Pemerintah Kota Bitung dengan No.S-12/MK.7/2017 tanggal 13 Maret tahun 2017, dan Surat Menteri Keuangan tentang Penetapan Pemberian Tambahan Alokasi Hibah Daerah untuk Program Hibah Air Minum Tahap III, dari Sumber Dana Penerimaan Dalam Negeri TA 2017 kepada Pemerintah Kota Bitung dengan No. S-466/MK.7/2017 tanggal 16 Agustus 2017.

Wali Kota Bitung Maximilian J Lomban, menerima secara langsung dana hibah dan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Hibah Daerah (PHD) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Bitung, di Hotel Arya Duta Jakarta, Rabu (1/11) 2017, didampingi Ubaidi Hamidi selaku Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan Kementrian Keuangan RI untuk Hibah Air Minum Perkotaan.

Lomban mengatakan, pemberian hibah ini berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 96 tahun 2016 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2017.

“Dana hibah ini diberikan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Bitung sebagai dana pengganti atas pelaksanaan kegiatan peningkatan akses penyediaan air minum bagi masyarakat yang belum memiliki akses sambungan air minum perpipaan, dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam pedoman pengelolaan,” ungkap Lomban.

Jelasnya lagi, pemberian hibah ini juga dilihat dari capaian kinerja atas pelaksanaan pemasangan di suatu daerah yang diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Artinya dinyatakan layak untuk menerima sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tepat sasaran. Khusus untuk calon pelanggan, harus berkategori keluarga kurang mampu atau miskin,” tutup Lomban. (david rumayar)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional