Menu

Ilegal, Kanwil Bea Cukai Sulut Sita 754 Karton Miras

  Dibaca : 372 kali
Ilegal, Kanwil Bea Cukai Sulut Sita 754 Karton Miras
Kanwil Bea Cukai Sulut Cerah Bangun dalam konfrensi pers hasil sitaan Miras. (randy/telegrafnews)

TELEGRAFNEWS – Ratusan botol minuman keras (Miras) ilegal disita Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai bagian Sulawesi Utara (Sulut). Sebanyak 754 karton miras tak bercukai itu, disita dari PT GMAB dan CV.SA melalui operasi bersama instansi tekhnis yakni TNI dan Polri.

“Miras illegal disita dari dua perusahaan, itu terjadi selama pelaksanaan operasi bersama dua instansi tekhnis,” beber Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun dalam konfrensi pers, di kantor BKN, Senin (27/11) 2017.

Ratusan botol Miras dalam kardus itu, lanjut Bangun, disita di Kota Amaurang, Minahasa Selatan dan Kota Tomohon, saat dilakukan giat operasi. Ditemukan, minuman tanpa disertai label beacukai.

“Operasi sejak hari selasa (17/10). Di Amurang, petugas menyita 254 karton dan pada Kamis (19/10) petugas juga menyita tujuh karton di Kota Tomohon,” lanjutnya.

Dalam operasi lainnya, petugas juga sukses menyiata 326 karton miras ilegal yang tersebar dibeberapa daerah di Sulut.

“Ada lima lokasi penindakan. Di Tomohon sebanyak 153 karton. Dan dari kelima penindakan yang dilakukan, diperoleh bukti bahwa minumam keras ilegal tersebut diproduksi oleh dua perusahaan yakni PT. GMAB dan CV. SA,” tandasnya.a

Selanjutnya, barang bukti (Babuk) yang disita, kemudian diamankan di kantor wilayah Bea Cukai Sulawesi bagian Utara, dan dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Dari kedua kasus ini, kedua perusahaan ini diduga telah melakukan tindak pidana bidang cukai sesuai UU Cukai No.39 Tahun 2007 pasal 52 dan pasal 54”. Jelasnya.

Mengakhiri konfrensi pers, Bangun berharap lewat penyitaan ini dapat memberi pelajaran bagi seluruh pengusaha minuman agar tidak melakukan hal yang sama.

“Peredaran barang – barang ilegal tersebut dapat mengancam perusahaan yang taat aturan, sehingga penindakan ini juga bertujan untuk melindungi keberlangsungan industri yang sampai saat ini taat terhadap aturan,” tutupnya. (rendy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional