by

Gagas Festival Budaya Sulut, DKM Apresiasi Panimpulan Ne Tonsea Jakarta

TELEGRAFNEWS – Tak hanya masyarakat, event bertajuk Festival Budaya Tonsea for Sulut yang digagas Panimpulan Ne Tonsea Jakarta, pada 25-26 November 2017 lalu, dipusatkan di TMII dan Monas, mendapat support luar biasa dari Dewan Kesenian Minut (DKM).

Selain memperkuat dan meperkenalkan kultur budaya Tanah Tonsea, yang dilakukan warga Tonsea di rantau sebuah mahakarya luar biasa. Dalam event mempromosikan budaya daerah ikut dilakukan pemecehan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) tentang Tarian Kabasaran.

Menurut Sekretaris Umum DKM, Jean Waturandang, agenda promosi budaya seperti ini merupakan wujud kepedulian warga Tonse di rantau. Sebagai upaya pelestarian budaya leluhur yang wajib dan terus dipertahankan kepada generasi kini dan mendatang.

“DKM Ikut ambil bagian. Ada 20 personil dibondong DKM ke dalam event tersebut, termasuk meghadirkan dua orang sebagai pembicara seminar budaya yakni Sompie SF Singal dan Hermanus Dendeng,” beber Waturandang kepada TelegrafNews, Rabu (30/11) 2017.

Lanjut, Waturangdang, selain menghadirkan dua pembicara budaya Tonsea, DKM ikut memboyong 17 orang yang terlibat memperkenalkan prosesi adat pernikahan Tonsea.

“Mereka adalah, Andris Siby, J Pateh, Mcmilian Pinontoan, Masry Paturusi, Sance Manangka, Stave Tuwaidan, Jovan Waturandang, Maria Parengkuan, Tessa Luntungan, Brenda Kaunang, Friska Dumais, Christy Rotty, Vonny Pangemanan, Femmy Pamgkerego, Femmy Runtukahu, Sandra Tumiwa, Frankie Supit. Menampilkan pakaian pengantin Tonsea, karya alm Alfred Sundah,” beber Waturandang yang juga Ketua Bidang Promosi dan Produksi Dewan Kesenian Sulawesi Utara (DKSU) ini.

Selain sukses, promosi budaya Tonse ini berlangsung meriah, sebab dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Ketua DPRD Minut Berty Kapojos, Wali Kota Bitung Max Lomban, Assisten I Minut Drs Rivino Dondokambe, serta pejabat lainnya dari 15 kabupaten/kota se-Sulut, tokoh-tokoh masyarakat, budayawan, pemerhati seni dan seluruh perkumpulan kampung yang ada di Jarakta.

“Apresiai yang tinggi kami berikan atas kepedulian warga Tonsea di perantauan, atas kepedulian pelestarian budaya daerah. Harapnya, dapat terus dilanjutkan sebagai wujud kecintaan akan daerah asal untuk menjadikan budaya sebagai pemersatu. Terkhusus kepada Ketua Paimpuluan Ne Tonsea yang diketuai Kol Jorry Koloay , Ketua Panitia Johny Politon, Penasehat Mayjen TNI Lodweyk Pusung,” tutupnya. (man/redaksi)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed