by

Perda KTR Mati Suri ? SAAFA Pertanyakan Kinerja Pemkot Manado

TELEGRAFNEWS – Peraturan daerah (Perda) menyangkut Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sudah diparipurnakan Dewan Kota (Dekot) Manado, namun hingga kini implementasi Perda tersebut terkesan mati suri.

Tidak jelasnya Perda KTR, mengundang kicauan personil Dekot yang menjadi ketua Panita Khusus (Pansus) Ranperda KTR, Syarifudin Saafa. Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, sejak diparipurnakan dan dikonsulastikan ke Pemprov Sulut, Perda KTR tak kunjung ada kabar bahkan perkembangannya.

“Perda itu sudah diparipurnakan. Sudah juga dikonsultasikan ke pemerintah provinsi. Lalu, apakah sudah dilembar-daerahkan Pemkot Manado? ini harus jelas biar bisa ditindakljut,” tanya Saafa, Rabu (4/10) 2017.

Menurutnya, bila Perda KTR itu sudah dilembar-daerahkan, maka masyarakat harus mengetahui isi dari Perda tersebut.

“Pemerintah harus segera mensosialisasikan Perda ini ke masyarakat secara masif. Karena warga Manado perlu tahu. Sosialisasi dari Perda sangat penting,” ungkapnya lagi.

Bila sudah disosialisasikan, kata Saafa, menjadi keharusan pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana publik yang berkaitan dengan Perda KTR.

“Perda ini bukan untuk melarang orang merokok. Tapi, bagi yang merokok dan tidak merokok hidup harmonis. Kalau Perda ini sudah disosialisasikan, langkah selanjutnya, pemerintah wajib menyiapkan sarana prasaran lainnya. Seperti, di kawasan perkantoran, dibangun ruang khusus tempat merokok. Begitu juga, tempat keramaian seperti mall, pengembang wajib menyediakan area khusus bagi perokok,” imbaunya.

Saafa mengingatkan, implementasi dari Perda KTR harus dilakukan secara tegas dan bagi pelanggar wajib ditindak sebagaimana sanksi dalam Perda itu.

“Kalau sudah disosialisasikan kemudian ada yang melanggar tentu akan ada sanksinya. Tapi bagaimana mau diterapkan jika belum disosialisasikan,” pungkasnya. (indah pesik)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed