Cabor Ngamuk! MANDAGI: Kadispora Ngaku, Dana Dipangkas Bupati VAP

  • Whatsapp
Cabor Minut
Ketua Cabor Atletik Utu Mandagi yang kecewa terhadap sikap Kadispora Minut. (telegrafnews)

TELEGRAFNEWS – Kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minut kembali dikritik. Giliran ketua-ketua cabang olaharaga (Cabor), Kamis (5/10) 2017 sekira pukul 15.00 WITA, ngamuk dan nyaris terjadi kericuhan.

Mereka protes terhadap sikap Kepala Dikpora Toar Sendow, terkait persoalan penganggaran dana pembinaan dan pengembangan atlet-atlet cabang olahraga di Minut. Kekecewaan mereka, dikarenakan Toar Sendow malah melempar tanggung jawab kepada Bupati Vonnie Anneke Panambunan dalam hal pembinaan atlet.

Read More

“Kami sudah usulkan anggaran lewat proposal, total ada 17 Cabor. Anehnya, Kadispora megaku kalau besaran dana tiap Cabor itu dipangkas Bupati VAP dan dana Cabor ditentukan langsung bupati. Ini kan aneh, kalau menyalahkan bupati,” keluh Junius ‘Utu’ Mandagi ketua Cabor Atletik.

Mereka menilai, jerih payah pembinaan atlet-atlet asal Minut yang sudah menunjukkan prestasi tidak dihargai. Kondisi ini bisa mengancam tidak tampilnya atlet Minut, dalam Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Sulut yang dimulai pada 9 November nanti. padahal ada beberapa Cabor berpeluang meraih medali antara lain Tenis Meja, Ketua Cabor Bletty Tangkilisan. Wushu Ketua Cabor Fredy Sirap, Taekwondo Ketua Cabor Denny Mokolensang, Pencak Silat Ketua Cabor Herry Tongkukut, atletik, karate, Catur.

“Jika seperti ini, terpaksa kita mengalihkan atlet Minut mewakili daerah lain. Sebab tidak ada kepastian anggaran,” sembur Ketua Cabor Wushu Fredrik Sirap diamini Denny Mokolensong ketua Cabor Takwondo.

Kritikan soal ini ikut dilayangkan aktivis Minut William Luntungan. Kata dia, Dikpora tidak profesional dalam kerja, dan harus ditinjau Bupati VAP. Sebab, langkah-langkah yang dilakukannya kerap mencederai pemerintah apa lagi dia (Toar Sendow) tak bisa menjaga nama baik bupati sebagai atasan.

“Tak ada kejelasan, kasihan kalau semua kesalahan selalu dilimpahkan ke bupati. Padahal, belum tentu ini kesalahan bupati atau bahkan bupati tidak tahu. Jika benar, ada Cabor mengalihkan atletnya ke daerah lain, ini sangat memalukan Minut,” kritiknya.

Kadispora Tooar Sendow dikonfirmasi mengaku, dirinya tak pernah menyatakn bahwa dana Cabor dipangkas dan ditentukan Bupati VAP. Kata dia, dari 17 Cabor ada 13 yang diberikan dana namun memang angkanya disesuaikan dengan kemampuang daerah.

“Saya tidak pernah menyatakan itu jika dana Cabor dipangkas dan ditentukan bupati. Dalam rapat saya menjelaskan, kalau belum tahu secara pasti berapa besaran dana yang diposting dalam APBD-P. Sebab, Dikpora hanya mengusulkan dan penentuannya oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD),” tutupnya. (man/redaksi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

  1. Saya sebagai atlit yang sebenarnya harus mewakili MINUT dalam PORPROV terpaksa harus mewakili TOMOHON karena Masalah Tersebut.