Kantor BNN Sulut Digondol Maling, Laptop Berisi Data Penting Raib

  • Whatsapp
ilustrasi.

TELEGRAFNEWS – Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut, dibobol maling. Satu unit laptop Toshiba berisi data-data penting hilang. Peristiwanya terjadi saat hari anti Narkotika Nasional, Kamis (13/7) siang, sekira pukul 12.00 Wita, namun baru dilaporkan ke Polresta Manado, Senin (17/7) 2017 malam.

Menurut epala Bidang BNN Provinsi Sam Repy, sebelum peristiwa itu terjadi, ia bersama pegawai-pegawai BNNP mengikuti apel bersama di halaman Kantor gubernur dalam kegiatan hari anti Narkotika. Setelah selesai apel, rombongan balik ke kantor BNNP dengan berjalan kaki.

Read More

“Sampai di kantor, saya sempat masuk ke ruangan bersama beberapa tamu yang mengambil kaos yang kami sediakan, dan di dalam ruangan, ada dua honorer yang ditugaskan di ruangan saya,” jelas Repy.

Beberapa jam kemudian, ia bersama tamu dan honorer keluar meninggalkan ruangan dengan keadaan gembok terkunci. Kurang lebih satu jam lamanya berbincang-bincang di lantai dasar kantor BNNP, Kabid Kepala Bidang ini kembali ke ruangannya.

Sampai disana, ia menyuruh salah satu honorer bernama Yunitra untuk membuatkan kwitansi keperluan kantor. Mirisnya, saat perempuan Yunitra hendak menggunakan leptop yang biasa di pakainya itu, tidak disangka leptop tersebut sudah tidak berada di mejanya, sementara leptop lainnya masih di tempat semula.

“Saya kaget ketika menyuru Yunitra untuk membuat kwitansi, tiba-tiba Yunitra mengatakan kepada saya kalau laptop yang berisi data-data penting kantor sudah tidak berada di mejanya,” jelasnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut Brigjen Pol Drs. Charles H. Ngili, menjelaskan kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, biarlah kasus ini ditangani pihak Polresta Manado.

“Pradugaan pelaku, kalau saya lihat tidak lain orang dalam, namun saya tidak bisa main tuduh, jadi biarlah pihak Polresta yang melakukan penyelidikan mengenai kasus ini. Jika pelakunya ketahuan dan ternyata dia (pelaku) pegawai atau honorer di sini, pastinya ada sangsi. Jika pegawai BNN, pasti saya kembalikan ke BNN Pusat, kalau honorer, pasti dihentikan, dan jika pegawai dari Pemprov atau Deprov, saya akan kembalikan mereka ke kantor mereka masing-masing,” tegas Ngili.

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sudah diterima, kerugian mencapai Rp3 juta. Tim Identifikasi Polresta Manado sudah melakukan olah TKP, semoga pelakunya cepat diketahui dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tungkas mantan Kapolsek Pineleng itu.(daddy)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.