by

Sulut Rawan Peredaran Upal, Begini Strategi BI ke Masyarakat

TELEGRAFNEWS – Momen hari-hari besar keagamaan kerap dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggungjawab, dalam mengedarkan uang palsu (Upal).

Seperti hari raya lebaran yang sebentar lagi dirayakan umat islam, kekhawatiran beredarnya uang palsu perlu diantisipasi bersama. Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Utara, menyiapkan strategi khusus, sehingga masyarakat atau konsumen bisa mengenal mana uang yang asli dan palsu saat melakukan transaksi.

“Merujuk data tahun-tahun sebelumnya, posisi Sulut memang rawan terhadap peredaran uang palsu. Di 2017, kita berharap peredaran uang palsu bisa dicegah sebab sangat merugikan semua pihak,” kata kepala BI perwakilan Sulut Soekawardojo disela-sela dialog ekonomi kerakyatan bersama anggota DPR RI Aditya Moha, Minggu (18/6) 2017.

Mecegah dan meminimalsir peredaran uang palsu, lanjut Soekawardjo, BI mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi non tunai dalam aktivitas ekonomi.

“Dengan memaksimalkan transaksi non tunai, masyarakat lebih aman dan nyaman, serta terhindar dari aktivitas uang palsu yang kerap meningkat di hari keagamaan,” serunya.

Selain mengoptimalkan pola transaksi non tunai, BI juga mengimbau masyarakat memahami cara mendeteksi uang yang asli atau palsu yakni dengan sistem 3 D (dipegang, diraba dan diterawang). (juindah pesik/redaksi)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed