Menu

Pedagang Mengeluh, Harga Lapak di Pasar Kawangkoan Kemahalan

  Dibaca : 80 kali
Pedagang Mengeluh, Harga Lapak di Pasar Kawangkoan Kemahalan
S.Lamusu, salah seorang pedagang di pasar kawangkoan. (martsindy)

TELEGRAFNEWS – Sejumlah pedagang di Pasar Kawangkoan, Kabupaten Minahasa mengeluhkan harga lapak darurat yang berada di pasar tersebut.

Pasalnya, harga yang wajib dibayar pedagang adalah sebesar Rp11.600.000. Jumlah tersebut pun harus dibayar per tahun. Parahnya, harga sebesar itu hanya untuk lapak jenis darurat dengan ukuran 3×3 meter.

“Kami wajib membayar Rp11.600.000 per tahun untuk satu lapak darurat yang lokasinya berada di bagian luar bangunan baru namun lahannya milik pemerintah,” ungkap Sofyan Lamusu, pedagang pasar Kawangkoan.

Menurutnya, jumlah itu harus dibayarkan kepada CV Inka atas hasil konsultasi kepada pengelola pasar. Dikatakan Lamusu, alasan mereka karena CV Inka yang membangun sejumlah lapak darurat itu di pasar Kawangkoan.

“Pembayarannya kepada CV Inka menurut pengelola pasar karena perusahaan itu yang membangun lapak-lapak darurat tersebut, padahal lapak berada di tanah pemerintah,” katanya.

Selain itu dikatakannya, jumlah itu sudah sangat tidak masuk akal dan terlalu besar bagi sekelas pedagang seperti mereka. Karena selain biaya itu, pedagang dikenakan restribusi sebesar Rp20 ribu per hari.

“Kalau kami sekelas pedagang kecil harus membayar biaya sebanyak itu, lantas berapa keuntungan untuk menghidupi keluarga kami?,” tuturnya.

Dirinya mempertanyakan soal pembagian lapak pada lokasi bagunan pasar yang baru saja direhab tersebut. Karena dirinya yang telah 40 tahun berdagang di pasar Kawangkoan bersama pedagang lainnya, namun tak diberikan tempat.

Sementara lokasi baru sebagian besar diduduki oleh pedagang yang tergolong masih muka baru. Karenanya, sejumlah pedagang lainnya meminta perhatian serius dari Pemkab Minahasa akan persoalan yang mereka hadapi.

“Kami sempat menemui pak Sekkab dan jawabanya akan diteruskan kepada instansi terkait,” pungkasnya.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan dari instansi terkait belum bisa memberikan komentar. (martsindy rasuh)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional