by

Parah! Kembali ke Filipina, Kapal RORO Hanya Bawa 5 Peti Kemas Tepung

TELEGRAFNEWS – Sehari di Pelabuhan Samudera Kota Bitung, Sulawesi Utara, kapal perdagangan laut RORO 12, akhirnya bertolak ke Filipina pada Rabu (3/5) 2017.

Parahnya, kapal RORO yang diperdiksi sebagai penghubung perdagangan laut dan bisa meningkatkan proses transaksi komoditas, ternyata tidak sesuai harapan. Memiliki daya tampung barang-barang komoditi hingga 400 peti kemas, namun ternyata keberadaan kapal RORO belum optimal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulut khususnya Bitung.

Penelusuran awak media Telegrafnews, 55 unit peti kemas tersebut, sebelumnya diangkut kapal RORO dari Filipina. Renacanya, tiba di Bitung 55 peti kemas itu akan kembali dengan mengangkut berbagai jenis barang komiditi, namun hingga balik ke Filipina, kapal RORO hanya membawa 5 unit peti kemas berisi tepung terigu.

“Sebanyak 50 petikemas kosong ini merupakan milik Philipina. Karena belum terpenuhi komodiri, mereka menyimpannya di pelabuhan Bitung untuk dipakai pihak Indonesia, jika melakukan ekspor barang ke Philipina, nanti,” jelas sumber Telegrafnews dikantor otoritas Pelabuhan Bitung yang meminta identitasnya tidak dipublish, pagi tadi.

Khusus barang yang akan diekspor ke Philipina sampai saat ini, kata sumber, belum ada informasi terkait hal itu. Begitupun untuk jadwal pelayaran, belum memiliki jadwal resmi.

“Namun rencana awal ke depan akan dilakukan setiap 2 minggu sekali, dan hal ini sangat bergantung dengan jumlah barang/komoditas yang akan diangkut dari kedua pihak (Indonesia-Philipina),” jelasnya lagi. (arham licin)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed