loading...

Menu

Mandi Bareng Istri Orang, Oknum Polisi di Minahasa Ketangkap Basah

  Dibaca : 6546 kali
Mandi Bareng Istri Orang, Oknum Polisi di Minahasa Ketangkap Basah
Terlapor dan istri pelapor saat tertangkap basah mandi bareng. (ist)

TELEGRAFNEWS – Oknum anggota Polres Minahasa berinisial JT alias Jem (31), tertangkap basah sedang berduaan dengan istri orang di permandian air panas di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan. Kejadiannya, Minggu (7/5) 2017 sekira pukul 08.00 Wita.

Menariknya, aksi mandi bareng, sempat direkam suami perempuan VS. Yakni Christ, warga Kelurahan Tataaran II, Kecamatan Tondano Selatan.

Sebelum pintu kamar mandi dibuka, Christ sudah sempat menghubungi pemilik kolam permandian untuk membantunya.

“Waktu itu saya minta tolong ke pemilik, mengetuk pintu yang menjadi tempat mereka berdua mandi,” katanya dengan tenang.

Setelah pintu dibuka, kata Christ, dia terlibat adu mulut bersama oknum polisi tersebut, sebab hadnphone yang digunakan merekam aksi keduanya mau direbut paksa.

“Saya dan terlapor sempat adu mulut dan dia ingin merampas Hp saya,” ucapnya.

Akibat adu mulut,terlapor diduga sempat melakukan kekerasan terhadap pelapor.

“Karena dia melakukan kekerasan, jadi saya melaporkannya atas dua kasus. Pertama adalah perzinahan dengan istri saya dan kedua kasus penganiayaan dengan cara meremas tangan saya sehingga mengalami luka lebam kebiruan. Memang awalnya kami sempat saling tarik-menarik Hp,” jelasnya.

Sebelum aksi mandi bareng pasangan ini terungkap, mereka sempat membuat surat pernyataan di Propam Polres Minahasa dan menyatakan tidak lagi menjalani hubungan, baik melalui sms, telephone, chatingan di Medsos. Apalagi sampai janjian untuk saling bertemu.

“Keterangan ini sempat dibuat dua hari sebelum mereka berdua tertangkap basah berduaan di kamar permandian air panas di Kelurahan Koya,” aku Christ.

Parahnya, diakui Christ, keduanya sudah lama saling bertemu, bahkan ada satu waktu baik terlapor dan istrinya jalan sama-sama dengan menggunakan kendaraan dinas Polres.

“Waktu itu istri saya dijemput terlapor dan didalam kendaraan dinas itu ada anaknya (terlapor), anak saya pun dibawa istri untuk naik ke kendaraan tersebut,” urainya.

Pada saat mereka jalan sama-sama, lanjut Christ, anak dari terlapor sempat memanggil istrinya mami.

“Ini contoh yang tidak baik, karena anak-anak yang seharusnya tidak pantas melihat ini malah sudah ditunjukkan oleh keduanya. Anak saya pun sempat mengeluh karena anak dari terlapor memanggil mami kepada istri saya dan dia merasa sakit hati,” bebernya.

Melalui kejadian ini, dirinya meminta, penanganan kasus ini supaya jangan diperlambat.

“Jangan karena dia (terlapor) adalah anggota polisi, malah laporan saya diperhambat, atau banyak menunda-nunda. Jadi tolong dipercepat,” tekannya.

Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair menjelaskan, kasus tersebut masih dalam proses sidik.

“Masih diproses sidik dengan meminta keterangan saksi-saksi, untuk lebih jelasnya koordinasi dengan penyidiknya,” sebutnya.

Ketika ditanya terkait pemecatan atas kasus ini, Syamsubair enggan memberikan komentar. (redaksi)

KOMENTAR

2 Komentar

  1. Ando Selasa, 16 Mei 2017
  2. Ely Jumat, 19 Mei 2017

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional