by

Macron Menang di Pilpres Prancis, Ini Tanggapan Analis

TELEGRAFNEWS – Calon Presiden Prancis Emmanuel Macron berhasil meraih kemenangan besar atas pesaingnya dari kubu sayap Marine Le Pen dalam jajak pendapat yang digelar pada Minggu (7/5/2017) waktu setempat.

Hasil hitung cepat terbaru dari Prancis menyebutkan, Macron berhasil meraih 66% suar, atau unggul atas Le Pen yang hanya meraup 34%. Para analis menyebutkan kondisi ini sesuai dengan ekspektasi pasar selama ini.
Vice Chairman Evercore ISI Krisna Guha mengatakan, kemenangan Macron ini akan membuat kepercayaan investor pada euro dan Uni Eropa kembali solid. Risiko yang berpeluang melanda Bank Sentral Eropa (ECB) pun kembali turun.

“Kemenangan Macron akan membuat ECB percaya diri untuk melakukan pengetatan moneter pada Juni karena risiko dari sisi politik telah menunjukkan keseimbangannya. Namun kami percaya, ECB masih akan menunda penaikkan suku bunganya hingga September,” ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (8/5/2017).
Namun demikian, tantangan Macron kini ada pada konsistensi janji politiknya. Pasalnya, dia harus menghadapi parlemen Prancis yang cenderung akan terfragmentasi pada lima partai yang bertarung pada putara pertama. Selain itu dia harus menghadapi tekanan dari pejabat parlemen partai sayap kanan.

Sementara itu ekonom kawasan Eropa dari Morgan Stanley di London yakni Daniele Antonucci dan Matthew Pennill menulis dalam laporannya bahwa risiko keluarnya Prancis dari Uni Eropa (Frexit) telah hilang karena kemenangan Macron.
Akan tetapi, mereka melihat beragamnya anggota parlemen di Prancis pada masa kepemimpinan Macron, akan membuatnya tak mampu bergerak bebas untuk menerapkan kebijakan. Khusus di sisi ekonomi, mereka optimis program-program Macron akan dapat dijalankan meski harus melalu proses yang bertahap.

“Era Macronomics akan segera dimulai. Meskipun prospek perubahan di sisi ekonomi Prancis akan lebih terbatas karena parlemen yang terfragmentasi,” tulis mereka, seperti dikutip dari Bloomberg,  Senin (8/5/2017).
Adapun, Kit Juckes, ahli strategi global di Societe Generale SA di London mengatakan, nilai tukar euro terhadap dolar AS akan mengalami penurunan tipis sebelum akhirnya kembali naik selama beberapa hari ke depan. Pasalnya, kemenangan Macron ini relatif terprediksi oleh pasar. Di sisi lain, apabila euro kembali terapresiasi ke level yang lebih tinggi, maka akan menimbulkan risiko profit taking.

Di sisi lain, Kepala Strategi Investasi di AMP Capital Investors di Sydney Shane Oliver mengatakan,  kemenangan Macron berpeluang memperkuat blok Uni Eropa yang akan dipimpin oleh Prancis dan Jerman, setelah melemah akibat Brexit.

“Dengan demikian hasilnya akan positif bagi pasar investasi, terutama saham Prancis dan kawasan zona euro,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg,  Senin (8/5/2017).

Tercatat sejak pemilihan umump Prancis pada putaran pertama, indkes saham gabungan Negeri Ayam Jantan telah naik 7,4%. Sementara itu saham-saham di zona euro juga turut terkerek hingga 6,3%.(ist/biz)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed