Menu

Kasihan.!! Diduga Dibiarkan RSUP Kandou, Ibu dan Bayi Asal Malut Meninggal

  Dibaca : 10054 kali
Kasihan.!! Diduga Dibiarkan RSUP Kandou, Ibu dan Bayi Asal Malut Meninggal
SEDIH: Suami korban bersama keluarga meratapi nasib istri dan anaknya yang tewas. (jhon/telegrafnews)

TELEGRAFNEWS – Miris dialami oleh ibu rumah tangga bernama Hesty Toweka (31), warga pendatang dari Tobelo Halmahera Utara. Wanita malang ini meregang nyawa di RSUP Kandou Manado, bahkan, bayi yang berada didalam kandungan ikut tewas tanpa ada penanganan medis. Kondisi ini terjadi Senin (8/8) pagi, sekira Pukul 06.00 Wita.

Sebagaimana penuturan dari suami korban yakni lelaki Desti Kalibato (28). Istrinya dirujuk dari rumah sakit Tobelo dengan maksud untuk mengikuti prose melahirkan di RSUP Kandou Manado.

“Istri saya dirujuk karena lekositnya tinggi. Dan tiba disini sejak tanggal 8 April lalu,” ungkap suami korban.

Namun sangat disayangkan oleh mereka. Sejak berada diruangan inap Irina D, keluarga menyesalkan proses penanganan medis. Menurut mereka, korban masa kehamilanya sudah memasuki 8 bulan lebih itu, tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya.

Namun hal itu keluarga masih terus bersabar hingga pada Rabu (3/5) 2017 lalu. Oknum dokter mengatakan, kalau korban akan dioperasi. Tapi sayangnya, janji dari oknum dokter itu tidak dibuktikan. Sebab, tanpa ada pemberitahuan, jadwal operasi ternyata batal dilakukan.

“Dokter telah menyampaikan kepada kami, bahwa korban akan dioperasi. Tapi anehnya, jadwal itu ternyata tidak dilakukan, dan mereka tidak menjelaskan apa penyebab sehingga proses operasi tidak dilakukan. Pasien memang peserta BPJS, namun kami juga sempat bilang, jika ada biaya operasi, kami siap membayarnya, asal korban mendapatkan penanganan yang baik,”sesal mereka.

Mengetahui operasi batal dilakukan, Jumat (5/5) kondisi pasien kembali memburuk dan langsung dipindahkan ke ruang ICU. Dan tangisan keluarga akhirnya pecah, setelah Senin (8/5) pagi, ibu malang ini dinyatakan meninggal bersama bayi didalam kandungannya. Kesal dengan penanganan yang diduga kurang optimal, suami dan ayah korban langsung mendatangi ruangan direktur utama dan setelah itu, keluarga melampiaskan kekesalan mereka dengan nada keras di ruang pemulasaran.

“Saya bawa anak saya ke rumah sakit ini, karena informasi kalau rumah sakit Kandou ini pelayanannya sangat bagus. Tapi ternyata kami salah. Ibaratnya kami membawa anak dan cucu kami untuk dibunuh disini,” sesal Erik Toweka selaku ayah korban.

Dia menambahkan, pelayanan buruk RSUP Kandou sudah terlihat sejak pasien nginap di Irina D. Saat itu petugas ruangan memberikan kain seprei yang kotor untuk dipakai diranjang pasien.

“Kami dikasi seprey yang kotor, perawat beralasan, mereka sudah kehabisan seprey,” katanya lagi.

Direktur Utama (Dirut) dr Maxi Rondonuwu DHSM. MARS, belum bisa dihubungi, guna dikonfirmasi soal tudingan dugaan kelalaian ini.

“Langsung saja kepada kepala seksi Medik,” singkat Kasubag Humas Meyke Dondokambey. (daddy)

KOMENTAR

22 Komentar

  1. erick Senin, 8 Mei 2017
  2. Jeinny Toweka Senin, 8 Mei 2017
  3. Marthen Senin, 8 Mei 2017
  4. Marthen Senin, 8 Mei 2017
  5. Rio Senin, 8 Mei 2017
  6. Roy Senin, 8 Mei 2017
  7. Joshua Jedidiah Senin, 8 Mei 2017
  8. iche Selasa, 9 Mei 2017
  9. jets marchuz Selasa, 9 Mei 2017
  10. jetz marchus Selasa, 9 Mei 2017
  11. jeany Selasa, 9 Mei 2017
  12. andre Selasa, 9 Mei 2017
  13. Switly Selasa, 9 Mei 2017
  14. Switly Selasa, 9 Mei 2017
  15. Imelda paulus Selasa, 9 Mei 2017
  16. Ican nano Rabu, 10 Mei 2017
  17. Vero Rabu, 10 Mei 2017
  18. Franch Rabu, 10 Mei 2017
  19. Octavianus Muke Rabu, 10 Mei 2017
  20. Connie Jumat, 12 Mei 2017
  21. Vais Jumat, 19 Mei 2017
  22. Chriss Rabu, 24 Mei 2017

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional