Menu

GTI Sulut Nilai PD Pasar ‘Pecundangi’ Dekot Manado

  Dibaca : 172 kali
GTI Sulut Nilai PD Pasar ‘Pecundangi’ Dekot Manado

TELEGRAFNEWS – Ketidak hadiran Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado pada rapat dengar pendapat yang dijadwalkan Rabu (17/5) 2017 kemarin oleh lembaga Dekot Manado bersama pedagang dengan menghadirkan pihak eksekutif menuai kecaman.

Wakil ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Sulut, Rivan Kalalo selaku perwakilan LSM yang melakukan pendampingan terhadap pedagang pasar tradisional menilai bahwa, sikap Dirut PD Pasar Manado Fery Keintjem telah melecehkan lembaga Dekot Manado.

“Dengan tidak hadir dalam pertemuan yang dijadwalkan oleh lembaga dewan, Dirut sudah melecehkan para anggota dewan yang sudah sepakat bersama pedagang dan perwakilan PD Pasar waktu lalu untuk melaksanakan pertemuan ini. Jelas-jelas sikap yang meremehkan kelembagaan dewan,” ungkap Kalalo dengan nada sesal.

Menurutnya, tujuan pertemuan itu dimaksudkan untuk mempertanyakan keseriusan Dirut PD Pasar Manado dalam rangka peningkatan kesejahteran pedagang.

“Ada beberapa tuntutan dari pedagang yang harus segera ditindaklanjuti. Salah satunya penerbitan Perdis (Peraturan Direksi) yang menaikkan bea sewa sampai 300 persen. Ini sebua tidakkan yang tidak manusiawi menurut kami. Jujur saja kami sangat menyesalkan dan sekaligus mengecam kebijakan Direksi PD Pasar yang lebih mementingkan pendapatan dari pada kesejahteraan pedagang,” kata aktivis vokal ini.

Sementara itu, Pinkan Nuah selaku wakil ketua Komisi B Dekot Manado, sebagai pemimpin rapat yang mengesahkan adanya pertemuan bersama Dirut PD Pasar, eksekutif dan pedagang ikut merasa kecewa.

“Jujur saya kecewa karena Dirut tidak hadir. Makanya pertemuan itu ditunda hingga Senin pekan depan, agar Dirut hadir. Tanpa Dirut, pertemuan tidak bisa dilakukan. Karena hanya Dirut yang bisa mengambil keputusan atas tuntutan pedagang,” jelas Pinkan.

Srikandi PDIP ini pun mengakui bahwa, kenaikan bea sewa lapak maupun kios hingga 300 persen tersebut merupakan kebijakan yang tidak manusiawi.

“Seharusnya sebelum menaikkan bea sewa itu, Direksi haus berkordinasi dengan kami di dewan, karena kita bermitra. Tapi sayangnya, itu tidak dilakukan. Kami pun sering diabaikan. Kenaikan bea ini jelas-jelas mencekik pedagang. Saya pribadi tidak sepakat dengan hal itu,” tegasnya menutup.

Tidak hadirnya Dirut PD Pasar Kota Manado Fery Keintjem pada pertemuan itu, terinformasi karena sedang berada di luar daerah. (LeKa)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional