Desain PERANG Asimetris Untuk Indonesia dan Dampak Bagi Daerah

  • Whatsapp
Prayoga Laminullah Ketua Bidang PPD, HMI Cabang Manado.

Penulis: Prayoga Laminullah

Ketua PPD (Partisipasi Pembangunan Daerah) HMI Cabang Manado.

Read More

TELEGRAFNEWS – SULIT untuk melerai pertikaian yang terjadi beberapa hari ini di bumi ibu pertiwi. perlahan – lahan setiap manusia mulai masuk ke dalam konflik yang memanas. percaya atau tidak percaya indonesia masuk ke dalam perang Asimetris.

apa itu perang Asimetris ? peperangan asimetris, atau juga disebut perang non militer, atau smart power, ataupun kerap dinamai perang nirmiliter.

Perang asimetris adalah suatu model peperangan yang dikembangkan dari cara berpikir tak lazim, di luar aturan peperangan yang berlaku, dengan spektrum perang yang sangat luas dan mencakup aspek-aspek astagatra (perpaduan antara trigatra: geografi, demografi, dan sumber daya alam/SDA; dan pancagatra: ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya).

Perang asimetri selalu melibatkan peperangan antara dua aktor atau lebih, dengan ciri menonjol dari kekuatan yang tidak seimbang. Peperangan asimetris dapat dideskripsikan sebagai sebuah konflik dimana dari dua pihak yang bertikai berbeda sumber daya inti dan perjuangannya, cara berinteraksi dan upaya untuk saling mengeksploitasi, karakteristik kelemahan-kelemahan lawannya.

Perjuangan tersebut sering berhubungan dengan strategi dan taktik perang unconvensional. Pejuang yang lebih lemah berupaya untuk menggunakan strategi dalam rangka mengimbangi kekurangan yang dimiliki dalam hal kualitas atau kuantitas.

Dilumpuhkan dari berbagai aspek. Yaitu aspek sosial, aspek ekonomi, aspek ideologi dan paling inti adalah aspek persatuan dan kesatuan. Mulai dari skala nasional (negara) hingga skala lokal (daerah), terindikasi menjadi korban perang Asimetris.

kenapa saya mengatakan demikian ? Mari kita lihat konflik yang terjadi seperti di Bumi Nyiur Melambai, semakin marak dengan perpecahan mulai dari agama, suku, maupun ras banyak yang mengklaim kebenaran subjektif.

1 hal yang harus saya tekankan disini, kenapa seluruh elemen masyarakat hanyut dengan konflik yang terjadi. Apa sebenarnya latar belakang dan apa dampak dari perang Asimetris yang sementara terjadi di nusantara ini ? Ya tentu sebagaimana perang fisik hancur lebur tanpa tersisa. tapi sangat miris menjadi korban dari perang Asimetris ini.

Lumpuh secara emosional, spiritual, ekonomi, sosial dan bebagai aspek kehidupan. kesimpulan saya sangat sederhana. duduk dan memikirkan 10 atau 20 tahun kedepan ketika terlalu berlarut – larut dalam gejolak perang Asimetris menyebapkan negara hancur dan colapse (bangkrut).

bagaimana cara menghentikan perang Asimetris ?

– hentikan saling mengklaim kebenaran subjektif (rasional)
– berpikir hal yang produktif (pembangunan bangsa maupun daerah)
– perangi provokasi yang sementara merajalela
– bangun kembali kedekatan emosional setiap elemen masyarakat. (redaksi)

think smart.
Salam Bhineka Tunggal Ika.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.