by

BI Sulut, Kembangkan Pembangunan Ekonomi Syariah

TELEGRAFNEWS – Menuju kemandiran ekonomi, Bank Indonesia (BI) Sulut menyasar pengembangan ekonomi berbasis Syariah. Pondok pesantren, nantinya dijadikan pilot project optimalisasi sistem ekonomi berbasis syariah tesebut.

“Ini sebagai terobosan BI selaku selaku bank sentral, dalam memperkuat perekonomian di Indonesia, termasuk Sulawesi Utara,” kata Buwono Budi Santoso selaku Deputi Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulut, disela-sela Seminar Penguatan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren se-Sulut di aula Tondano, dedung BI, akhir pekan ini.

Sistem pengembangan ekonomi syariah, lanjut Santoso, itu sudah diterapkan ke pesantern-pesantren se-Indonesia, namun belum masif. Dan pada tahun 2000-an, program ini mulai bergerak ke ekonomi kerakyatan. Puncaknya pada 2014 dan diperbaharui pada 2016, Bank Indonesia dan Menteri Agama, menandatangani MoU soal sistem pengembangan ekonomi syariah lewat pondok pesantren

“Tujuannya lebih mengakselerasi program tersebut, sehingga pondok pesantren bisa menjadi motor penggerak ekonomi di Indonesia. Tujuan seminar ini,  bentuk pemaparan dan penguatan Ekonomi Pondok Pesantren, mereka nantinya dibantu mengembangkan usahanya.

Yono Haryono selaku Manajer Divisi Pengembangan dan Pengaturan Pasar Keuangan Syariah, Departemen Ekonomi Syariah BI Pusat, menambahkan, nantinya bantuan yang diberikan berupa infrastruktur penunjang kepada Pondok Pesantren. Contohnya, jika pondok pesentern memiliki usaha, seperti bisnis pengolahan sampah, maka dalam hal ini BI akan memberikan bantuan peralatan.

“Nantinya BI memberikan bantuan peralatan, sekaligus pendampingan. Ini bagian dari support kami, dalam pengembangan ekonomi pondok pesantren tersebut,” tambahnya. (juindah pesik)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed