by

Golkar Tak Lagi ‘Sexy’ di Pilkada Bitung ?

TELEGRAFNEWS – Peta politik jelang pilkada tahun 2020 di kota Bitung mulai bergeliat. Sejumlah partai politik mulai peluang kepada bakal calon yang ingin mendaftar menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota.

Salah satunya adalah partai Golkar. Parpol penguasa orde baru ini resmi membuka pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung 11-16 November 2019. Namun, Golkar Sepertinya tidak “seksi” bagi para politisi yang ingin maju pada perhelatan pilkada 2020 di kota Bitung.

Hingga kini, informasi yang diterima media ini, baru 1 orang yang mendaftar. Yakni, Ketua DPD PAN kota Bitung Gunawan Pontoh.

Bahkan sejumlah kalangan menilai jika Golkar tak lagi menarik bagi bakal calon walikota dan wakil walikota.

Sekretaris DPD II Golkar Kota Bitung Karel Tumuyu enggan memberikan komentar bahkan terkesan tertutup terhadap media. Upaya konfirmasi sudah dilakukan baik, melalui sambungan telepon. Maupun lewat pesan whatsapp.

Mohammad Yusuf Sultan, Wakil Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota saat dihubungi, Senin (18/11)2019 meminta media menghubungi Sekretaris DPD II Partai Golkar kota Bitung untuk informasi jumlah yang mendaftar di partai Golkar.

“Silakan hubungi pak Karel (Sekretaris DPD II Golkar Bitung) untuk informasi pendaftaran. Setahu saya dari internal ada 4 yang mendaftar termasuk saya sendiri bersama ketua DPD II Golkar ibu Cindy Wurangian. Sedangkan eksternal selain ketua DPD PAN Kota Bitung, informasi jika detik terakhir ada dua lagi berkas yang masuk. Tapi lebih jelasnya hubungi pak Sek saja,” kata Sultan melalui sambungan telepon.

Lanjut Sultan, posisi Partai Golkar kota Bitung dengan empat kursi di DPRD kota hanya butuh tambahan 2 kursi lagi sudah bisa mengusung paslon sendiri.

“Dengan mendaftarnya pak Gunawan Pontoh, berarti sesuai UU sudah cukup untuk mengusung pasangan calon sendiri,” pungkasnya.

(Ical)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed