by

Nando, Atlit Tinju Tolitoli yang Coba Peruntungan Diajang MMA

-Daerah, Olahraga-740 views

TELEGRAFNEWS – Mulai tertarik dengan olahraga keras ini sejak tahun 2010. Nando adalah atlit tinju berusia 27 tahun asal Tolitoli yang memulai ikut kejuaraan tinju medio 2014 silam diajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di kabupaten Poso. Saat itu, Nando masuk dikelas 64 kilogram.

Nando berhasil merebut medali perunggu pada tahun 2019 di kabupaten Parigi Moutong.

Nando bersama salah satu Tokoh Perempuan Sulawesi Tengah asal Tolitoli Nurmawati Bantilan (foto: istimewa)

Meskipun tanpa sponsor tetap, Nando terus mengikuti berbagai pertandingan yang digelar di luar Tolitoli.

“Saya menang tarung bebas di Buol meskipun saya kesana tanpa sponsor dan manager,” katanya pada awak media ini, Kamis (18/10)2019.

Saat ini Nando sedang berlatih keras untuk mempersiapkan diri mengikuti audisi Mixed Martial Art (MMA) di Bojonegoro pada tanggal 27 oktober 2019 di kelas Featherweight 65,8 kg.

Banyak harapan Nando akan lolos audisi yang tentunya akan mengharumkan nama Tolitoli, meskipun perhatian pemerintah kabupaten Tolitoli yang hampir tidak ada atas perjuangannya selama ini.

” Saya akan ikut audisi MMA tanpa sponsor dan hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah Tolitoli. Tapi itu bukan masalah, saya bangga bisa ikut audisi dans aya satu satunya yang berasal dari Sulawesi Tengah,” kata Nando lirih.

Namun, Nando tetap berharap ada pihak diluar sana yang peduli dengan atlit seperti dirinya.

“Saya meminta doa dan dukungan seluruh warga Tolitoli. Dan juga berharap tetap ada yang akan peduli dengan perjuangan saya ini untuk mengharumkan nama daerah dipentas nasional,” pungkasnya.

Seperti diketahui, MMA merupakan cabang olahraga baru di Indonesia yang lagi diminati dan salah satu stasiun televisi juga memiliki program khusus untuk olahraga tarung bebas ini.

Gideon, salah satu mantan pelatih yang pertama kali menangani Nando, Lahirnya MMA mengakibatkan terjadinya revolusi dalam seni beladiri. Umumnya, seni beladiri hanya mencakup satu teknik yang didalami, misalnya Tae Kwon Do dengan tendangannya, atau Judo dengan bantingannya.

“Kini MMA menuntut para praktisi beladiri untuk menguasai semua teknik beladiri, mulai dari striking (menyerang), throwing (membanting) dan grappling (bergulat),” Ujar Gideon.

Menurutnya Nando memiliki keistimewaan pukulan yang mengerikan bagi lawan di atas ring yakni “uppercut”. Selain pukulan Jaap, hook dan Straight.

” Uppercut dari nando fatal bagi lawan dan saya yakin Nando akan lolos audisi MMA,” katanya.

(Armen djaru)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed