by

Diduga Tersinggung, ABK Kapal Tuna Tewas Ditikam

-Bitung, Hukrim-678 views

TELEGRAFNEWS– Tim Resmob bersama Penyidik dan anggota piket Polsek Maesa berhasil lakukan pengungkapan dan penangkapan tersangka penganiayaan Anak Buah Kapal (ABK) KM. Nelayan Tuna YS alias Okta (52) meninggal Dunia pada Minggu (29/09) 2019 pukul 21.30 Wita bertempat Warung Samping Kanopi Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung.

Kapolsek Maesa Kompol Elia Maramis ketika dikonfirmasi mengatakan awal kejadian disaat Korban bersama rekannya datang ke cafe Surya beralamatkan di Kelurahan Bitung Timur (komplex Kanopi Intan) Kecamatan Maesa, Kota Bitung.

“Didalam cafe tersebut Korban bertemu dengan Pelaku LS Alias Repling (36) Kepala Kamar Mesin (KKM) KM Nelayan Jaya 88 warga Desa Tanah Putih jaga III, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang sudah dibawah pengaruh minuman beralkohol,” ungkapnya, Senin (30/09)2019.

Repling merasa tersinggung karena matanya ditatap dengan tidak bersahabat.

“Karena pelaku dalam keadaan terpengaruh minuman keras (Mabuk), pelaku langsung mencabut Pisau Badik dan menusuk korban di bagian pinggang sebelah kiri dan jari-jari tangan kanan,” terangnya.

Pada saat pelaku menikam korban, saksi rekan Okta sempat melerai namun saksi juga ikut dipukul oleh pelaku.

“Saat korban sudah kena tikaman dan jatuh terbujur, pelaku langsung melarikan diri sedangkan korban langsung dilarikan ke RSUD Manembo-Nembo, kemudian dirujuk, namun dalam perjalanan menuju manado korban meninggal dunia diatas kendaraan Ambulance kemudian korban dibawa ke Rs. Hermana Lembean dan dibawa ke RSUD Manembo-nembo untuk di otopsi,” tambahnya.

Repling diamankan dihari yang sama di Kelurahan Pateten dua (diatas KM. Nelayan Jaya 88) tanpa perlawanan dan saat ditangkap, kemudian dibawa ke polsek Maesa dan diserahkan ke penyidik Polsek Maesa untuk di proses sesuai dengan Hukum.

“Repling dijerat dengan Pasal 338 ayat (1) KUHP Sub pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan menyebabkan kehilangan nyawa orang (Pembunuhan), dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Maramis.

(Ical)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed