by

Warga Terserang Penyakit Kulit dan ISPA, Diduga Akibat Ulah PT. Presisi

-Bitung, Hukrim-285 views

TELEGRAFNEWS – Warga Lingkungan III Rt 5 kelurahan Manembo nembe Atas kecamatan Matauri kota Bitung terserang penyakit kulit sejak beberapa bulan terakhir.

Diduga penyakit yang diderita sejumlah warga ini disebabkan debu semen yang berasal dari tiga cerobong milik PT PP Presisi yang berada didaerah itu.

Tidak hanya terserang gatal gatal dan kulit melepuh, warga juga mengaku kesulitan bernapas akibat debu semen yang beterbangan setiap hari.

Menurut Afriadi Masloman salah satu warga yang kini mengalami gatal dihampir sekujur tubuh bersama seorang anak lelakinya yang berusia kurang lebih 3 tahun, penyakit mulai menyerangnya bersama keluarga dan sejumlah warga lain sejak tiga bulan terakhir.

“Tiga bulan ini kami baru rasakan berbagai penyakit. Seperti gatal dan luka melepuh disekujur tubuh serta gangguan pernapasan akibat debu semen yang dibuang dari cerobong perusahaan yang berada tepat didepan rumah kami ini,” katanya, Kamis (22/8)2019.

Lanjutnya, upaya protes dan komplain sudah dilakukan sejumlah warga termasuk dirinya. Namun, pihak perusahaan hanya bersedia memberikan pengobatan.

“Kami tidak cukup hanya diberi pengobatan, karena selama mereka beraktifitas disini, kami warga sudah banyak dirugikan, penyakit yang diderita sekarang hanya salah satunya. Saya sendirian pernah protes kedalam perusahaan karena mereka membuang sisa semen uang sudah diaduk ke udara yang langsung terbang kedalam rumah rumah warga disini. Bahkan ada warga yang terpaksa harus meninggalkan rumah mereka karena sudah tidak mampu bertahan. Anak anak tidak pernah sembuh dari penyakit pernapasan atau ISPA,” jelasnya.

Masloman berharap, pihak yang berkepentingan bisa melihat kondisi mereka.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan keluhan kami. Jangan atas nama pembangunan justru kami secara perlahan dibunuh disini,” tegasnya.

Pihak PT Presisi yang juga adalah kontraktor proyek Jalan Tol Manado-Bitung yang bertanggungjawab atas persoalan itu tidak bisa ditemui.

“Tidak ada yang bisa memberikan keterangan. Semua lagi keluar pak,” kata seorang staf yang berada di pos penjagaan.

(Ical)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed