by

Kampanye Perlindungan Hewan, Animal Friends Manado Sambangi Kantor DPRD Sulut

TELEGRAFNEWS – Animal Friends Manado Indonesia bersama dua aktivis internasional sambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut dengan membawa petisi sebagai bentuk kampanye untuk melindungi hewan peliharaan.

Direktur Animal Friends Manado Indonesia, Mandane Parengkuan Supit mengatakan pihaknya telah siap membawa 250 ribu tanda tangan petisi seluruh dunia khusus untuk Sulawesi Utara agar menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing.

Menurut Mandane, petisi ini sebagai keprihatinan dunia atas aksi kekerasan kepada hewan di Sulawesi Utara dan konsumsi daging anjing dan kucing. Mereka menekankan bahwa anjing dan kucing adalah hewan peliharaan dan bukan makanan.

Petisi ini diprakarsai oleh Dog Meat Free Indonesia dan organisasi dari dalam dan luar negeri lainnya. Di antaranya AFMI, Change For Animal Foundation, Four Paws, Care2, Animals Asia, Jakarta Animal Aid Network, Animal Friends Jogja, Humane Society International.

“Kami mencetak petisi ini berlembar-lembar, sangat banyak dan akan kami serahkan ke pemerintah provinsi,” ujarnya Jumat (16/8) 2019 sembari menunggu Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey yang sedang mengikuti Rapat Paripurna.

Pihaknya berharap semoga ke depannya pemerintah Sulawesi Utara lebih peduli dan memperhatikan isu-isu seperti ini karena juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan keamanan masyarakat seperti penyebaran rabies serta penyakit-penyakit lainnya.

Serta mulai menegakkan peraturan-peraturan hukum yang sudah ada yang menyangkut kesejahtraan hewan seperti yang tercantum dalam Pasal 302 KUHP dan PP 95 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Hewan.
“Serta seperti yang tertulis di Firman Tuhan dalam Amsal 12:10 yang berbunyi ‘Orang benar memperhatikan kehidupan hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam’,” jelasnya.

Dunia internasional pun juga terus mengecam konsumsi daging anjing dan kucing di Sulawesi Utara.

Diwawancarai di tempat berbeda, Anika van Leeuwen dan Kees van Hal, aktivis asal Belanda mengatakan Sulawesi Utara memiliki alam yang indah. Di Tomohon misalnya, pemandangan gunung, bunga-bunga yang menawan.

Namun menurut Anika, keindahan itu seketika rusak ketika turis mengetahui ada pasar yang menjual daging anjing dan kucing di Tomohon. Ada penyiksaan anjing dan kucing di pasar tersebut.

Anika menyayangkan, Indonesia punya Undang-undang perlindungan hewan. Tapi kenapa itu tidak diberlakukan. Penyiksaan hewan sudah terjadi terus menerus.

“Orang-orang hanya memalingkan wajah dan tak perduli dengan itu,” ujarnya.

Anika dan Kees juga turut membagi-bagikan bunga kepada masyarakat sebagai kampanye dan edukasi ke masyarakat. Pada bunga itu juga tertulis pesan untuk saling menghargai sesama ciptaan Tuhan.

Namun disayangkan petisi belum berhasil diserahkan karena tidak bertemu Gubernur Olly Dondokambey.

(Ind)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed