by

Kasus KDRT Meningkat, Ini Pesan KP3A untuk Pemkab Talaud

TELEGRAFNEWS – Plt Bupati Talaud, Petrus Simon Tuange bersama Duputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KP3A dan Ketua TP PKK Kab. Kepl. Talaud Perjanjian Kerjasama Geber Stop KDRT.

TELEGRAFNEWS – Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. dr. Vennetia. R. Dannes menyebutkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sudah sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini berdasarkan angka kasus KDRT yang alami peningkatan.

“Berdasarkan data yang dirilis komnas perempuan, pada bulan Maret lalu 406.178. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 348.466. Berdasarkan data tersebut, jenis kekerasan terhadap perempuan yang paling menonjol adalah KDRT/RP (ranah personal) yang mencapai angka 71% atau 9.637 kasus,” ujar Vannetia, dalam sosialisasi Gerakan Bersama (Geber) Stop KDRT di Aula BKPSDM Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (16/5)2019.

Catatan tahunan Komnas Perempuan yang dirilis 6 Maret 2019 itu juga menyebutkan bahwa bentuk kekerasan yang paling menonjol adalah kekerasan fisik mencapai 41% atau 3.927 kasus.

Padahal Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah menyebutkan bahwa setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasa seksual, atau penelataran rumah tangga.

“Kekerasan terhadap perempuan (Violence Against Women) merupakan isu global yang kompleks. Karena behubungan dengan budaya patriarki yang sudah dipraktekkan selama bertahun-tahun. Situasinya rumit sedemikian rupa, sehingga kaum perempuan seolah dapat menerima situasi itu sebagai suatu kodrat yang tidak dapat dihindari,” kata Vannetia.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah daerah diharus turut berperan aktif mengurangi angka KDRT di daerah.

“Sangat diharapkan kerjasama yang baik dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk bersama-sama mengurangi angka KDRT di Kabupaten Kepulauan Talaud,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Petrus Simon Tuange, saat membuka kegiatan sosialisasi, turut mengakui angka KDRT di daerahnya terbilang tinggi. Karena itu sosialisasi tentang dampak buruk kekerasan dalam rumah tangga penting digiatkan.

“Melihat situasi saat ini, angka kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di kabupaten kepulauan talaud, sangat tinggi. Untuk itu sangat penting bagi kita semua, mengetahui dampak buruk yang terjadi akibat KDRT,” ucap Tuange.

Tuange berharap, untuk memerangi KDRT di daerahnya harus menjadi gerakan bersama pemerintah dan masyarakat.

“Sebagian besar penyebab terjadinya KDRT, dipicu oleh minuman keras. Sehingga saya berharap, lewat kegiatan ini, kita semua dapat menjadi motivator untuk mengurangi terjadinya KDRT. Sehingga kedepan presentase KDRT di talaud akan semakin berkurang,” ujar Tuange.

(rey atapunang)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed