by

Ini Temuan Bawaslu Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu di Sulut

-Daerah, Pemilu-470 views

TELEGRAFNEWS – Pemungutan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada kemarin Rabu (17/4) 2019 telah selesai, sampai dengan hari ini, Kamis (18/4) 2019 terpantau masih berlangsung perhitungan suara di beberapa TPS yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).

Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh mengatakan Pemilu serentak untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif ini telah berjalan dengan lancar.

“Secara umum, saya katakan Pemilu di Sulut yang secara serentak digelar hari ini sudah berjalan dengan lancar, ditandai dengan terlaksananya pemungutan dan perhitungan suara di 7.826 TPS se-Wilayah Sulut, prosesnya itu berjalan. Itu poin pentingnya,” ujar Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh usai menutup tugas Monitoring di Kota Bitung, Rabu Malam (17/4) 2019.

Walaupun telah berjalan dengan lancar, kata Ardiles, apabila pada Pemilu serentak ini, terutama di Sulut terjadi pelanggaran, maka itu menjadi ranah dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Saat diwawancarai secara terpisah usai Monitoring bersama KPU dan Bawaslu Sulut di beberapa kabupaten/kota yang ada di Sulut, Bawaslu memiliki catatan-catatan penting terkait adanya temuan yang didapati di lapangan.

“Jadi ada 2 kategori, sebelum pemungutan suara itu ada KPPS yang tidak netral, kemudian lokasi TPS, kemudian ada logistik yang terlambat tiba sehingga pemungutan suara diatas jam 7, rata-rata jam 9 pagi,” beber Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda.

Kemudian lanjut Malonda, ada surat suara yang tertukar antar Daerah Pilihan (Dapil), serta surat suara yang kurang di TPS yang satu dan lebih di TPS yang lain.

“Termasuk TPS di Lapas Tondano, serta ada pemilih yang yang berasal dari luar daerah tidak memiliki formulir A5, ada yang sempat kami cegah, tapi ada yang lain telah melakukan pemungutan. Nah itu akan kami kaji apakah berpotensi melakukan pemilihan ulang,” jelas Malonda

Di beberapa kecamatan, Malonda menduga ada oknum KPPS yang tidak mendengarkan arahan.

“Nah beberapa kecamatan, apakah KPPSnya tidak mendengarkan arahan atau justru PPKnya yang salah memberikan materi, terkait dengan pemilih yang sudah dalam antrian apalagi DPK (Daftar Pemilih Khusus) yang memilih diatas pukul 12.00 sampai 13.00. Dia bisa memilih asalkan ada surat suara yang tersedia,” urai Malonda di hadapan awak media.

Menurut pengamatan Malonda, pemahaman dari KPPS sendiri mengenai DPK ini yakni memakai surat suara yang 2 persen dari 300 surat. “Ini akan kita kaji apakah akan ada Pemilu Susulan,” tambahnya.

Lanjut Malonda, ada juga perhitungan suara yang dilakukan pada saat lampu padam. “Perhitungan suara itu harus ditunda sampai ada penerangan,” katanya lagi.

Disinggung mengenai pemungutan suara di Kota Manado, Malonda mengatakan akan ada pembedahan tersendiri.

Pasalnya terdapat berbagai temuan yakni mengenai logistik dan distribusi “Sebagian besar terjadi di Kota Manado,” pungkasnya.

Bawaslu Sulut bersama jajaran terpantau pada Rabu (17/4) 2019 melakukan monitoring bersama KPU Sulut di berbagai daerah, seperti Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara dan Kota Bitung. (Indah)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed