by

Rompas: ‘Jika Cukup Bukti, Sebuah Perkara Tidak Bisa di SP3’

-Hukrim-681 views

TELEGRAFNEWS – Istilah SP3 sangat sering didengar dalam proses penyidikan atas suatu perkara pidana. SP3 atau Surat Penghentian Penyidikan adalah surat yang dikeluarkan oleh penyidik baik Polri ataupun Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) atas penghentian proses penyidikan suatu perkara pidana. Penghentian penyidikan diatur pada Pasal 109 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Salah satu praktisi hukum muda asal Kota Bitung, Rendy Johanis Rompas,SH mengatakan bahwa proses keluarnya SP3 ada aturannya. Menurut pemuda asli Girian ini, tidak boleh SP3 dikeluarkan jika kasus yang sedang diproses memiliki cukup bukti jika kasus tersebut adalah tindak pidana.

Jadi, kata Rompas, ada tiga hal yang mendasari dihentikannya sebuah perkara hukum. Yang pertama tidak terdapat cukup bukti, peristiwa tersebut ternyata bukan merupakan tindak pidana, penyidikan dihentikan demi hukum.

” yang ketiga dimana penyidikan dihentikan demi hukum jika terdakwa meninggal dunia (Pasal 77 KUHPidana), perkaranya nebis in idem (Pasal 76 KUHPidana), perkaranya kedaluwarsa/verjaring (Pasal 78 KUHPidana), dan pencabutan perkara yang sifatnya delik aduan (Pasal 75 dan Pasal 284 ayat 4 KUHPidana),” jelas salah satu advokad yang dinilai punya masa depan cerah ini, Sabtu (16/3)2019.

(Arham Licin)
‚Äč

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed