by

Kabupaten Mitra Miliki 2.308 Warga ‘Liar’ Belum Terdata..

TELEGRAFNEWS — Entah sulitnya waktu untuk melakukan perekaman KTP elektronik atau memang anggan mengurus data kependudukannya, hingga akhir tahun 2018 lalu tidak kurang dari 2.855 warga yang ada dikabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ini dinyatakan tidak memiliki identitas kependudukan alias ‘liar’.


Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Mitra David H.Lalandos kepada Telegrafnews, bahwa sesuai batas waktu yang diberikan hingga tanggal 31 Desember 2018 lalu untuk masyarakat yang belum terdata dan memiliki KTP elektronik segera melakukan perekaman.


Namun meski Disduk capil sudah turun hingga di 12 kecamatan didaerah ini hingga batas waktu yang ditentukan, masih tersisa 2.855 warga yang belum mendata diri.


“Konsekwensinya, warga tersebut otomatis tidak lagi terdaftar atau terblokir dalam database yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mitra, karena hal tersebut merupakan kebijakan dari pusat”, ujar Lalandos.


Nantinya 2.308 ini akan sulit mendapatkan bantuan pemerintah karena tidak terdaftar lagi di database Pemkab Mitra.

“KTP kan adalah syarat utama penerimaan tiap bantuan sosial dari pemerintah. Kalau tidak memiliki KTP pasti warga tersebut tidak akan menerima bantuan, bahkan BPJS pun tak melayani mereka karena tak memiliki KTP,” jelas mantan Kabag Humas pemkab Mitra ini.


Namun, tahun 2019 ini warga yang belum merekam tetap akan dilayani instansinya.
“Untuk bulan Januari ini sudah ada 547 warga yang kami layani untuk perekaman e-KTP, jadi tinggal 2.308 yang belum merekam,” katanya.(devon pondaag)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed