by

Kunjungi Pulau Bangka, LSM GMBI Apresiasi Petani Manfaatkan Lahan Tidur Seluas 700 Hektar

TELEGRAFNEWS – Selain keindahan wisata pantainya, Pulau Bangka khususnya di Desa Kahuku dan Ehe, Kecamatan Likupang Timur, Minut, ternyata memiliki potensi pertanian yang cukup potensial.

Ada sekitar 700 hektar lahan tidur sudah dibuka masyarakat, guna menanam berbagai jenis tanaman. Diantaranya pengelolaan area pertanian oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Empung Jaya”  di Desa Kahuku tengah mengelola lahan seluas 30 hektar.

Optimalisasi pengelolaan lahan tidur, sebagai upaya masyarakat lewat Bumdes mendukung Visi dan Misi pasangan VAP-JO dibidang pertanian.

Geliat menjadikan Minut sebagai daerah agro pertanian oleh masyarakat di Pulau Bangka, itu terungkap lewat kunjungan yang dilakukan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) bersama pihak terkait, Sabtu (05/08) 2017.

Camat Likupang Timur, Donny Rondonuwu, menjelaskan semangat melayani, mengasihi dan mensejahterahkan masyarakat adalah wujud kerja keras untuk mensukseskan  Visi – Misi Pemkab Minut.  Di Pulau Bangka, lahan pertaniannya cukup potensial dan sudah siap untuk ditanami.

“Untuk Pulau Bangka terutama di Desa Kahuku dan Desa Ehe, memiliki lahan tidur seluas 700 Ha dan saat ini yang sudah berhasil dibuka adalah 30 hektar,” beber Rondonuwu.

Hukum Tua Desa Kahuku, Imanuel Tinungki, menguraikan meski masyarakat Desa Kahuku sebagian besar mata pencariannya adalah nelayan. Namun dengan adanya pemanfaatan lahan tidur, masyarakat mulai menekuni cocok tanam yakni bertani untuk menyambung hidup mereka.

“Saat ini, masyarakat Desa Kahuku yang mulai memanfaatkam dunia pertanian itu, sebanyak 24 orang. Kekurangan kebutuhan kami saat ini adalah sarana dan prasarana, termasuk jalan penunjang pengembangan pertanian,” urainya.

Dirut Bumdes “Empung Jaya” Stenly Taroreh SE, mengakui bahwa semangat masyarakat mengembangkan pertanian tanpa mengenyampingkan aktivitas sebagai nelayan, memang begitu antusias. Semua itu perlu topangan segenap komponen, terutama fasilitas alat dan mesin pertanian.

“Tujuan kami selain mencari profit adalah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Kahuku. Saat ini, sudah ada beberapa jenis tanaman yang ditanam. Seperti cabai/rica ada 2 Ha dan Jagung 10 Ha, masih ada sekitar 18 Ha lagi yang belum digarap,” ungkapnya.

Dari hasil pengembangan itu, pada bulan Agustus ini bisa dipastikan sudah ada hasil pertanian yang dipanen.

“Panen awal nanti, ada tanaman jagung seluas 1 Ha atau mencapai 6 ton, dan bulan depan (September) bisa dipastikan panen mencapai 3 Ha atau 18 Ton dan seterusnya secara bertahap,” tambahnya.

Ketua LSM GMBI Distrik Minut Howard Hendrik Marius, mengapresiasi upaya masyarakat. Kata dia, sebagai elemen kontrol sosial, LSM GMBI turun ke Pulau Bangka bertujuan melihat secara langsung kondisi masyarakat di sana.

“Kami mengapresiasi semangat masyarakat mengoptimalkan dunia pertanian. Buktinya, di Pulau Bangka tepatnya di Desa Kahuku yang penuh bebatuan, tetapi tanaman jagung dan cabai/rica boleh bertumbuh subur di Pulau ini, sungguh luar biasa anugerah Tuhan atas Pulau ini,” tandas Marius.

Dia berharap, Pemkab Minut wajib memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Bangka.

“Dengan begitu, apa yang menjadi visi dan misi VAP-JO  membangun Minut dari pinggiran bisa terwujud,” tuturnya.

Turut dalam kunjungan lapangan LSM GMBI di Pulau Bangka yakni Kanit Humas Polsek Likupang, penyuluh Pertanian Paulus Rondonuwu dan tim pendamping desa Irfan Tutupo bersama Suryadi Ahad. (man/redaksi)

Image and video hosting by TinyPic

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed